Oktober 2, 2009 • 7:19 am
Ketika sebuah musibah menimpa dalam hidup kita, mungkin kitapun sering bertanya “ Dimanakah letak sifat rahman dan rahimnya Tuhan sehingga Tuhan “tega” menghancurkan dan memusnahkan semua yang telah kita bangun dan kita usahakan selama ini?. Dan benarkah Tuhan sudah tidak kasih dan sayang lagi pada kita sehinggaTuhan “murka” yang dikarenakan suatu kesalahan yang telah diperbuat oleh manusia?…
Memang inilah hikmah terbesar dari setiap musibah” bisa jadi koreksi dan intropeksi pada diri manusia bahwa ada kekuatan Tuhan yang ada di luar jangkauan kemampuan manusia”.
Read the rest of this entry »
Filed under: Artikel Pendidikan, kemanusian
September 30, 2009 • 12:24 pm
Seakan sudah menjadi bagian dari pendidikan kita, kekerasan selalu menjadi isu penting yang tak pernah hilang dan selalu terulang dalam negeri ini, tengoklah beberapa tahun silam mulai dari kasus IPDN, dan yang terakhir ATKP hingga Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) -walaupun kebenaran dari kasus ini masih dalam penyelidikan-, isu yang berhembus di publikpun bukan tentang keunggulan atau prestasi dari sekolah kedinasan itu tetapi justru sebaliknya “kekerasan dan tindakan premanisne” dalam sekolah.

Lantas memang beginikah fenomena pendidikan kita?..
Read the rest of this entry »
Filed under: Artikel Pendidikan, Dunia Matematika, Matematika
Musim unas sudah berlalu, sekarang dengan seiring pergantian musim unas itu, musim masuk perguruan tinggipun di mulai.Beragam cara dan nama pun muncul, mulai dari jalur umum, jalur khusus, jalur prestasi, jalur alih jenjang, dan sejumlah nama lainnya. Yang menarik adalah, dari sekian nama itu ujung-ujungnya juga terkait dengan masalah biaya pendidikan, yang dari tahun ke tahun bukan semakin murah tetapi sebaliknya “Mahal”. Pada jalur umum saja biaya masuk bisa mencapai Rp 135 juta – data ini saya temukan di salah satu brosur Perguruan tinggi di kota Malang, di kota lain mungkin bisa lebih tinggi lagi-, jumlah itu belum termasuk biaya operasional pendidikan (BOP) yang bervariasi.
Read the rest of this entry »
Filed under: Matematika, Pendidikan, guru, sekolah
Setelah sekian waktu menunggu, akhirnya tiba juga waktu yang dinantikan itu, hasil ujian nasional yang di tunggu-tunggu namun masih mengundang segudang polemik yang tak kunjung ketemu jalan terbaik penyelesaiannya. Mulai masalah kejujuran yang dipertaruhkan hingga masalah image akhir pembelajaran yang ”ternoda” antara siswa dan guru. Masalah psikologis anak yang tertekan. Masalah orang tua yang terbawa oleh kekhawatiran dan kebingungan. Semua seperti lingkaran yang tak pernah putus.
Bagi pihak yang pro dengan Unas, pemerintah harus tetap menyelenggarakan UN dari tahun ke tahun karena UN adalah kebijakan dan keputusan yang sudah tepat dengan alasan: Read the rest of this entry »
Filed under: Artikel Pendidikan, Education, Link Pendidikan
Maret 28, 2009 • 11:49 am
Arus informasi berubah, juga bentuknya. Demikian juga perilaku kita. Hal ini sudah acap dikatakan dalam percaturan pendapat tentang informasi dan teknologi dewasa ini. Yang belum banyak ditilik: apa saja yag berubah ketika meninggalkan -atau kita sudah dibawa untuk meningalkan- sebuah era besar yang dimulai sejak zaman Hammurabi.
Hammurabi adalah raja keenam Kerajaan Babilonia yang hidup antara 1795-1750 Sebelum Masehi. Sebagai raja, dia mengeluarkan sebuah undang-undang yang menguraikan jenis-jenis pelanggaran dan masing-masing hukumannya. Undang-undang itu disebut “Kodeks Hammurabi”, dianggap jadi dokumen tertulis paling tua yang menunjukkan hubungan antara teks dan kekuasaan.
Read the rest of this entry »
Filed under: Artikel Pendidikan, Education, Matematika, Pendidikan
Maret 21, 2009 • 11:43 pm
“Berantas Korupsi..!!! Sikat Kolusi.. !! Babat Nepotis..! Gebug Koruptor..!!! Aaah Bosan.!!! Bousaaan..!! Ngomong Doang..! Mana Hasilnya.. ?! “ itulah kata-kata yang banyak keluar diberbagai kalangan di dunia pewayangan yang menunjukan rasa skeptis-nya masyarakat pewayangan terhadap usaha-usaha pemberantasan korupsi di Negeri Astina.
Keraguan seperti tersebut diatas jelas pantas dilontarkan oleh masyarakat pewayangan.. ya bagaimana tidak ragu..? sudah banyak seminar-seminar maupun resep-resep yang dilontarkan beberapa Resi, Pendeta atau Ahli untuk memberantas korupsi.. dan.. dan.. dan mana hasilnya..???!
Tetapi kita yang bukan wayang.. jangan ikut-ikutan skeptis.. simaklah pembicaraan masyarakat pewayangan kalangan jongos dibuku ini, yang sedikit banyak akan menambah semangat dan optimis kita.. Togog, mBilung, Cangik dan Limbuk adalah Tokoh rekaan para Wali, sebagai wujud usaha para Wali memberikan pencerahan kepada masyarakat saat itu.. Tokoh-Tokoh ini di pakai sebagai alat untuk menyampaikan keprihatinan akan adanya realitas lingkungan yang korup.. lingkungan yang tamak.. lingkungan yang serakah.. lingkungan yang rakus.. dan lingkungan yang tak mau berbagi..
Filed under: Artikel Pendidikan, Education, Pendidikan
Maret 18, 2009 • 11:55 pm
MENDENGAR kata Facebook hampir bisa dipastikan semua orang sudah mengenalnya. Facebook kini merupakan salah satu situs jejaring sosial paling fenomenal dan populer.
Dengan member sekitar 57 juta orang dan setiap hari ada sekitar 70 juta orang yang login, Facebook menjelma menjadi situs paling digemari nomor enam di dunia sejak diluncurkan pada 4 Februari 2004. Booming-nya Facebook pun ikut mendongkrak popularitas pencipta sekaligus pemiliknya Mark Zuckerberg.
Read the rest of this entry »
Filed under: Artikel Pendidikan, Education, Pendidikan
Sebagai makhluk paling sempurna di dunia, manusia mendapatkan tugas untuk beribadah dan mengatur alam raya. Agar manusia mampu menjalankan tugas tersebut dengan baik, Allah memberikan modal. Modal itu adalah fitrah. Dalam keadaan fitrah yang berarti bersih dan suci, manusia memiliki potensi kebaikan, cenderung menerima kebenaran, dan menyukai hal-hal yang sesuai aturan.
Namun, modal fitrah itu tidak akan berarti tanpa dijaga dan dikembangkan. Di antara cara untuk menjaga fitrah adalah pendidikan. Dengan pendidikan, manusia diharapkan bisa menjaga dan mengembangkan fitrah serta tumbuh menjadi manusia berakhlak mulia, memimpin dengan bijaksana.
Pendidikan tidak lepas dari pembelajaran. Pendidik sebagai fasilitator membantu peserta didik mengembangkan potensi mereka menuju kebaikan. Karena itu, peran pendidik sangat penting dalam proses pendidikan. Pendidik harus menyadari itu dan menjalankan proses pendidikan dengan sepenuh hati dan hati-hati. Tidak ceroboh dan seenaknya sendiri.
Untuk membaca Selengkapnya Lihat Di Sini
Filed under: Artikel Pendidikan, Education, Matematika, Pendidikan
Berikut ini beberapa pertanyaan terkait dengan konsep khilafah:
Pertama, amat tidak mudah mencari rumusan khilafah yang disepakati oleh seluruh umat Islam yang menyebar di sejumlah kawasan dunia. Konsep khilafah yang diusung oleh “teman-teman pengusung konsep khilafah” adalah hanya salah satu rumusan dari Taqiyuddin al-Nabhani, yang belum tentu diamini oleh para ulama yang lain. Dalam konteks Indonesia, agak sulit dibayangkan bagaimana umat Islam bisa satu kata untuk menerima satu konsep mengenai khilafah. Eksperimentasi khilafah model siapa? Abu bakar, Umar, Utsman, Ali, atau yang lainnya? Read the rest of this entry »
Filed under: Agama, Education, islam
Mendidik dengan hati akan membuahkan anak-anak yang hidup dalam kebenaran. Dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik.”
MENDIDIK adalah sebuah proses. Proses untuk mengembangkan dan mengaktualisasikan potensi yang terbaik dalam diri anak didik. Berbicara tentang hati, ada beberapa hal yang penting kita perhatikan, yaitu hati sebagai
1) metafor yang menggambarkan aspek batiniah manusia yang terdalam
2) pusat kehidupan manusia, meliputi bukan saja perasaan melainkan juga pertimbangan dan kehendak
3) daya yang mendorong orang melakukan sesuatu yang terbaik dan
4) sumber untuk memaknai realita dalam kehidupan.
Untuk Membaca Selanjutnya Klik di sini
Filed under: Artikel Pendidikan, Dunia Matematika, Education, Matematika, Pendidikan
Februari 27, 2009 • 8:43 am
Februari 26, 2009 • 1:16 am
Setiap orang harus menyadari bahwa dirinya dilahirkan sebagai pemenang (baca: menjadi orang sukses), dan itulah ”kodratnya”. Kunci untuk menjadi pemenang ada di tangan setiap orang.Karena itu, orang harus meyakini ”kodratnya” ini,menetapkan cita-citanya setinggi mungkin, dan memutuskan dengan berani untuk mewujudkan citacita tersebut. Tentu orang tidak mendadak menjadi sukses,karena ada seribu satu hambatan. Salah satunya adalah hantu kegagalan masa lalu.
Masa lalu dengan berbagai kegagalan dan pengalaman pahit tidak cukup diterima atau dimaafkan, yang dibutuhkan adalah usaha manusia keluar dari pikirannya sendiri mengenai kegagalan. Masalah terbesar sebenarnya ada di pikiran, karena itu penting sekali mentransformasi pikiran dari keadaan sedih, kacau, putus asa (kegagalan) pada optimisme dan penuh harapan, bahwa dirinya ”ditakdirkan” untuk sukses.
Read the rest of this entry »
Filed under: Artikel Pendidikan, Education, Pendidikan, Prosa Kehidupan
Kata Mereka?...