“Berantas Korupsi..!!! Sikat Kolusi.. !! Babat Nepotis..! Gebug Koruptor..!!! Aaah Bosan.!!! Bousaaan..!! Ngomong Doang..! Mana Hasilnya.. ?! “ itulah kata-kata yang banyak keluar diberbagai kalangan di dunia pewayangan yang menunjukan rasa skeptis-nya masyarakat pewayangan terhadap usaha-usaha pemberantasan korupsi di Negeri Astina.
Keraguan seperti tersebut diatas jelas pantas dilontarkan oleh masyarakat pewayangan.. ya bagaimana tidak ragu..? sudah banyak seminar-seminar maupun resep-resep yang dilontarkan beberapa Resi, Pendeta atau Ahli untuk memberantas korupsi.. dan.. dan.. dan mana hasilnya..???!
Tetapi kita yang bukan wayang.. jangan ikut-ikutan skeptis.. simaklah pembicaraan masyarakat pewayangan kalangan jongos dibuku ini, yang sedikit banyak akan menambah semangat dan optimis kita.. Togog, mBilung, Cangik dan Limbuk adalah Tokoh rekaan para Wali, sebagai wujud usaha para Wali memberikan pencerahan kepada masyarakat saat itu.. Tokoh-Tokoh ini di pakai sebagai alat untuk menyampaikan keprihatinan akan adanya realitas lingkungan yang korup.. lingkungan yang tamak.. lingkungan yang serakah.. lingkungan yang rakus.. dan lingkungan yang tak mau berbagi..
Filed under: Artikel Pendidikan, Education, Pendidikan