“APA KATA DUNIA?..”

Menguak Khazanah Pemikiran dan Intelektual Keilmuan

SELAMAT TAHUN BARU 2008

Menjelang pergantian tahun 2007-2008 baru ini, kembali pertanyaan-pertanyaan yang sama muncul dibenak saya (mungkin karena saya sedikit katrok :) , yang tidak pernah mengerti dengan makna dan arti pergantian tahun. Setiap pergantian tahun, hampir semua orang berlomba-lomba mempersiapkan diri, uang dan waktunya untuk menyambut pergantian tahun dengan berbagai aktivitas dan kegiatan yang memerlukan banyak waktu, tenaga dan uang.

Read the rest of this entry »

Filed under: Artikel Pendidikan, Blog Kehidupan, Catatan kehidupan, Dunia Matematika, Dunia Sufi, Education, Link Pendidikan, Pendidikan, Prosa Kehidupan, Science

Dzikir dan Sufi

Secara bahasa, dzikir bermula dzakara, yadzkuru, dzukr/dzikr, merupakan perbuatan dengan lisan (menyebutkan atau menuturkan) atau dan dengan hati (mengingat/ menyebut dan mengingat).
Ada yang berpendapat bahwa dzukr (bidlammi) saja yang bisa berarti pekerjaan hati dan lisan, sedang dzikr (bilkasri) khusus pekerjaan lisan.
Dalam peristilahan kata, dzikr tidak terlalujauh pengertian-nya dengan makna-makna lughawinya semula. Bahkan kamus-kamus moderen seperti Al-Munjid, Al-Munawir, At-Qamus al-Ashri dan sebagainya, sudah pula menggunakan pengertian-pengertian istilah seperti adz-dzikr = membaca tasbih, mengagungkan Allah dan seterusnya.
Pengertian-pengertian ini semua dapat dilihat di banyak lafal dzikr yang dituturkan dalam Al-Qur’an. Bahkan seringkali pengertian dzikr (dalam berbagai shieghatnya) dalam kitab suci itu merupakan cakupan dari makna-makna lughawinya sekaligus. Dalam kitab Al-Adzkaar-nya. yang terkenal itu, Imam Nawawi (631-676 H.), menyebutkan: “Dzikir itu bisa dengan hati, bisa dengan lisan. Dan yang terbaik adalah yang dengan hati dan dengan lisan sekaligus. Kalau harus memilih antara keduanya, maka dzikir dengan hati saja lebih baik dari dzikir dengan lisan saja.” Read the rest of this entry »

Filed under: Dunia Sufi

Mengatasi Cinta Dunia

Dan kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan yang penuh dengan tipuan belaka, dapat diperkirakan bahwa kamu akan diperebutkan oleh bangsa-bangsa lain sebagaimana orang-orang berebut melahap isi mangkuk.

Para sahabat bertanya: “Apakah saat itu jumlah kami sedikit?” Rasulullah bersabda: “Tidak bahkan pada saat itu jumlah kamu amat sangat banyak, tetapi seperti air buih didalam air bah karena kamu tertimpa penyakit wahn.” Sahabat bertanya: “Apakah penyakit wahn itu ya Rasulullah?” Rasulullah bersabda: “Penyakit wahn itu adalah kecintaan yang amat sangat kepada dunia dan takut akan kematian. Cinta dunia merupakan sumber utama segala kesalahan.”
Runtuhnya kemuliaan sumber dari segala fitnah, dan semua kesalahan adalah karena kita cinta kepada dunia. Pada Rasul tidak ada cinta dunia kecuali cinta terhadap Allah, cinta terhadap kemuliaan.
Rasulullah merupakan contoh seorang pemimpin yang dicintai sampai ke lubuk hati yang paling dalam. Rasul adalah contoh seorang suami yang benar-benar menjadi suri tauladan dan kebanggaan bagi keluarganya. Rasul juga contoh seorang pengusaha yang dititipi dunia, tapi tidak diperbudak oleh dunia yang dimilikinya. Kalau orang sudah mencintai sesuatu maka dia akan diperbudak oleh apa yang dicintainya.
Orang yang sudah cinta terhadap dunia, akan sombong, dengki, serakah dan berusaha dengan segala cara untuk mencapai segala keinginannya, oleh karena itu yakinlah bahwa dunia itu total milik Allah. Segala sesuatu yang kita miliki baik sedikit maupun banyak semuanya milik Allah. Dalam mencari rizki janganlah mempergunakan kelicikan karena dengan kelicikan atau tidak dengan kelicikan datangnya tetap dari Allah. 
 

Filed under: Dunia Sufi

Tarekat Naqsyabandiyah

Naqsyabandiyah merupakan salah satu tarekat sufi yang paling luas penyebaran nya, dan terdapat banyak di wilayah Asia Muslim (meskipun sedikit di antara orang-orang Arab) serta Turki, Bosnia-Herzegovina, dan wilayah Volga Ural. Bermula di Bukhara pada akhir abad ke-14, Naqsyabandiyah mulai menyebar ke daerah-daerah tetangga dunia Muslim dalam waktu seratus tahun. Perluasannya mendapat dorongan baru dengan munculnya cabang Mujaddidiyah, dinamai menurut nama Syekh Ahmad Sirhindi Mujaddidi Alf-i Tsani (“Pembaru Milenium kedua”, w. 1624). Pada akhir abad ke-18, nama ini hampir sinonim dengan tarekat tersebut di seluruh Asia Selatan, wilayah Utsmaniyah, dan sebagian besar Asia Tengah. Ciri yang menonjol dari Tarekat Naqsyabandiyah adalah diikutinya syari’at secara ketat, keseriusan dalam beribadah menyebabkan penolakan terhadap musik dan tari, serta lebih mengutamakan berdzikir dalam hati, dan kecenderungannya semakin kuat ke arah keterlibatan dalam politik (meskipun tidak konsisten).

Baca Selengkapnya Tarekat Naqsyabandiyah

Filed under: Dunia Sufi

Hai…..

===================== Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

My Twitter

  • Hidup yang cuma sekali ini, alangkah ruginya jika kita gunakan untuk sesuatu yang tak berarti...TERBAIK HARI INI. 1 month ago
  • MARI BANTU SESAMA DENGAN MENGGALANG KEPEDULIAN UNTUK SAUDARA KITA DI SUMBAR. 1 month ago

MENANTI SEJUTA PENGUNJUNG

  • 1,045,884 PENGUNJUNG

“[ATURAN]“

===================== Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

APA KATA KITA TENTANG DUNIA????….

=====================

-:-

Dunia yang kita ciptakan adalah Hasil dari pemikiran kita,

Kita tidak bisa merubah Dunia jika pikiran kita tidak berubah.

-:-

tohir1.jpg

-:-

Setiap pemikiran manusia yang benar adalah suatu tesis,

seiring dengan berjalannya masa, akan lahir antitesis-antitesis

yang akan menolak kebenaran itu

-:-

My Inspirasi….

=====================

[ :: dariMU untukKU :: ]

[ :: sEsuAtu :: ]

=====================

Jika hati sejernih A I R
janganlah biarkan ianya K E R U H.
jika Hati seputih A W A N
janganlah biarkan ianya
M E N D U N G.
Jika hati seindah B U L A N
hiasilah ianya dengan
I M A N.
=====================
-:: My DeStInY ::-

:: bIcArA sEkEpINg HaTi ::
=====================
Kalam loh mahfuz mencatat dan sudah mencatat lagi. segala doa
dan ikhtiar tidak dapat memadamkan catatan ILAHI. biar pun hanya sekerat baris dan seberapa banyak air mata sepatah pun tidak akan terkikis catatan TUHAN Yang Maha Panyayang... ===================

Catatanku