Musim unas sudah berlalu, sekarang dengan seiring pergantian musim unas itu, musim masuk perguruan tinggipun di mulai.Beragam cara dan nama pun muncul, mulai dari jalur umum, jalur khusus, jalur prestasi, jalur alih jenjang, dan sejumlah nama lainnya. Yang menarik adalah, dari sekian nama itu ujung-ujungnya juga terkait dengan masalah biaya pendidikan, yang dari tahun ke tahun bukan semakin murah tetapi sebaliknya “Mahal”. Pada jalur umum saja biaya masuk bisa mencapai Rp 135 juta – data ini saya temukan di salah satu brosur Perguruan tinggi di kota Malang, di kota lain mungkin bisa lebih tinggi lagi-, jumlah itu belum termasuk biaya operasional pendidikan (BOP) yang bervariasi.
Read the rest of this entry »
Filed under: Matematika, Pendidikan, guru, sekolah
Maret 28, 2009 • 11:49 am
Arus informasi berubah, juga bentuknya. Demikian juga perilaku kita. Hal ini sudah acap dikatakan dalam percaturan pendapat tentang informasi dan teknologi dewasa ini. Yang belum banyak ditilik: apa saja yag berubah ketika meninggalkan -atau kita sudah dibawa untuk meningalkan- sebuah era besar yang dimulai sejak zaman Hammurabi.
Hammurabi adalah raja keenam Kerajaan Babilonia yang hidup antara 1795-1750 Sebelum Masehi. Sebagai raja, dia mengeluarkan sebuah undang-undang yang menguraikan jenis-jenis pelanggaran dan masing-masing hukumannya. Undang-undang itu disebut “Kodeks Hammurabi”, dianggap jadi dokumen tertulis paling tua yang menunjukkan hubungan antara teks dan kekuasaan.
Read the rest of this entry »
Filed under: Artikel Pendidikan, Education, Matematika, Pendidikan
Maret 21, 2009 • 11:43 pm
“Berantas Korupsi..!!! Sikat Kolusi.. !! Babat Nepotis..! Gebug Koruptor..!!! Aaah Bosan.!!! Bousaaan..!! Ngomong Doang..! Mana Hasilnya.. ?! “ itulah kata-kata yang banyak keluar diberbagai kalangan di dunia pewayangan yang menunjukan rasa skeptis-nya masyarakat pewayangan terhadap usaha-usaha pemberantasan korupsi di Negeri Astina.
Keraguan seperti tersebut diatas jelas pantas dilontarkan oleh masyarakat pewayangan.. ya bagaimana tidak ragu..? sudah banyak seminar-seminar maupun resep-resep yang dilontarkan beberapa Resi, Pendeta atau Ahli untuk memberantas korupsi.. dan.. dan.. dan mana hasilnya..???!
Tetapi kita yang bukan wayang.. jangan ikut-ikutan skeptis.. simaklah pembicaraan masyarakat pewayangan kalangan jongos dibuku ini, yang sedikit banyak akan menambah semangat dan optimis kita.. Togog, mBilung, Cangik dan Limbuk adalah Tokoh rekaan para Wali, sebagai wujud usaha para Wali memberikan pencerahan kepada masyarakat saat itu.. Tokoh-Tokoh ini di pakai sebagai alat untuk menyampaikan keprihatinan akan adanya realitas lingkungan yang korup.. lingkungan yang tamak.. lingkungan yang serakah.. lingkungan yang rakus.. dan lingkungan yang tak mau berbagi..
Filed under: Artikel Pendidikan, Education, Pendidikan
Maret 18, 2009 • 11:55 pm
MENDENGAR kata Facebook hampir bisa dipastikan semua orang sudah mengenalnya. Facebook kini merupakan salah satu situs jejaring sosial paling fenomenal dan populer.
Dengan member sekitar 57 juta orang dan setiap hari ada sekitar 70 juta orang yang login, Facebook menjelma menjadi situs paling digemari nomor enam di dunia sejak diluncurkan pada 4 Februari 2004. Booming-nya Facebook pun ikut mendongkrak popularitas pencipta sekaligus pemiliknya Mark Zuckerberg.
Read the rest of this entry »
Filed under: Artikel Pendidikan, Education, Pendidikan
Sebagai makhluk paling sempurna di dunia, manusia mendapatkan tugas untuk beribadah dan mengatur alam raya. Agar manusia mampu menjalankan tugas tersebut dengan baik, Allah memberikan modal. Modal itu adalah fitrah. Dalam keadaan fitrah yang berarti bersih dan suci, manusia memiliki potensi kebaikan, cenderung menerima kebenaran, dan menyukai hal-hal yang sesuai aturan.
Namun, modal fitrah itu tidak akan berarti tanpa dijaga dan dikembangkan. Di antara cara untuk menjaga fitrah adalah pendidikan. Dengan pendidikan, manusia diharapkan bisa menjaga dan mengembangkan fitrah serta tumbuh menjadi manusia berakhlak mulia, memimpin dengan bijaksana.
Pendidikan tidak lepas dari pembelajaran. Pendidik sebagai fasilitator membantu peserta didik mengembangkan potensi mereka menuju kebaikan. Karena itu, peran pendidik sangat penting dalam proses pendidikan. Pendidik harus menyadari itu dan menjalankan proses pendidikan dengan sepenuh hati dan hati-hati. Tidak ceroboh dan seenaknya sendiri.
Untuk membaca Selengkapnya Lihat Di Sini
Filed under: Artikel Pendidikan, Education, Matematika, Pendidikan
Mendidik dengan hati akan membuahkan anak-anak yang hidup dalam kebenaran. Dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik.”
MENDIDIK adalah sebuah proses. Proses untuk mengembangkan dan mengaktualisasikan potensi yang terbaik dalam diri anak didik. Berbicara tentang hati, ada beberapa hal yang penting kita perhatikan, yaitu hati sebagai
1) metafor yang menggambarkan aspek batiniah manusia yang terdalam
2) pusat kehidupan manusia, meliputi bukan saja perasaan melainkan juga pertimbangan dan kehendak
3) daya yang mendorong orang melakukan sesuatu yang terbaik dan
4) sumber untuk memaknai realita dalam kehidupan.
Untuk Membaca Selanjutnya Klik di sini
Filed under: Artikel Pendidikan, Dunia Matematika, Education, Matematika, Pendidikan
Februari 27, 2009 • 8:43 am
Februari 26, 2009 • 1:16 am
Setiap orang harus menyadari bahwa dirinya dilahirkan sebagai pemenang (baca: menjadi orang sukses), dan itulah ”kodratnya”. Kunci untuk menjadi pemenang ada di tangan setiap orang.Karena itu, orang harus meyakini ”kodratnya” ini,menetapkan cita-citanya setinggi mungkin, dan memutuskan dengan berani untuk mewujudkan citacita tersebut. Tentu orang tidak mendadak menjadi sukses,karena ada seribu satu hambatan. Salah satunya adalah hantu kegagalan masa lalu.
Masa lalu dengan berbagai kegagalan dan pengalaman pahit tidak cukup diterima atau dimaafkan, yang dibutuhkan adalah usaha manusia keluar dari pikirannya sendiri mengenai kegagalan. Masalah terbesar sebenarnya ada di pikiran, karena itu penting sekali mentransformasi pikiran dari keadaan sedih, kacau, putus asa (kegagalan) pada optimisme dan penuh harapan, bahwa dirinya ”ditakdirkan” untuk sukses.
Read the rest of this entry »
Filed under: Artikel Pendidikan, Education, Pendidikan, Prosa Kehidupan
Januari 29, 2009 • 11:31 pm
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa yang mengharamkan rakyat Indonesia yang berhak memilih untuk tidak mencoblos (golput) dalam pemilu. Para ulama di MUI pastilah memiliki referensi, dasar hukum, serta ijtihad sebelum membuat fatwa yang mengharamkan golput.
Read the rest of this entry »
Filed under: Agama, Pendidikan, islam , Agama, islam, Pendidikan
Menyikapi fatwa MUI, muncul anekdot di masyarakat. Misalnya, tentang fatwa rokok haram. Pastilah umat Islam akan menghindari rokok karena itu syarat untuk masuk surga. Namun, umat Islam Indonesia akan kaget jika di surga nanti bertemu saudara sesama muslim dari negara lain. Akan muncul pertanyaan, “Kok dia masuk surga, padahal di negaranya, rokok yang katanya haram masih dikonsumsi?”
Dalam kurun waktu terakhir, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan beberapa fatwa yang mengatur kehidupan masyarakat. Nilai positif yang muncul, MUI menunjukkan ketegasannya. Entah ketegasan itu bermakna sebuah eksistensi kelembagaan atau yang lain. Kekhawatiran pun muncul jika fenomena itu hanya spontanitas dalam merespons realitas kehidupan sosial. Artinya, kebijakan tersebut muncul hanya sebagai pendukung. Bukan berdasar doktrin agama yang ada.
Read the rest of this entry »
Filed under: Agama, Pendidikan, islam , Agama, islam, Pemahaman

Fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengharamkan rokok dan masalah golput menarik perhatian masyarakat. Sederhana saja, rokok dan golput menyangkut nasib jutaan orang. Apalagi, masalah rokok juga menyangkut periuk nasi sekaligus kesehatan jutaan orang.
Sialnya, fatwa MUI tentang dua hal penting tersebut terkesan setengah hati. Soal fatwa haram merokok, misalnya. Mengapa MUI hanya membatasi untuk anak-anak, remaja, dan wanita hamil, serta mereka yang merokok di tempat umum? Fatwa itu seolah membolehkan atau menghalalkan orang dewasa, wanita tidak hamil, dst merokok sendirian di kamar.
Padahal, duduk masalahnya jelas bahwa sesuatu dianggap haram jika menyebabkan diri sendiri dan orang lain menderita. Atau dalam bahasa yang lebih gampang, jika banyak mudaratnya dibandingkan dengan manfaatnya. Read the rest of this entry »
Filed under: Agama, Pendidikan, islam
Desember 19, 2008 • 11:47 pm
Rancangan Undang-undang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP) disahkan DPR menjadi UU BHP pada 17 Desember 2008. Lembaran baru pendidikan pun berubah. Pendidikan di negeri ini akan menjadi mahal karena BHP mendorong satuan atau penyelenggara pendidikan untuk mengelola dana secara mandiri. Pemerintah tidak ikut campur dalam persoalan tersebut.
Lebih tepatnya, pemerintah tidak menyuntikkan bantuan dana pendidikan. Setiap penyelenggara pendidikan bebas menentukan tarif masuk kepada setiap calon peserta didik dengan segala bentuk harga, selama baik dan positif demi perkembangan serta kemajuan lembaga tersebut.
Read the rest of this entry »
Filed under: Pendidikan , guru, Matematika, Pendidikan
Kata Mereka?...