Februari 26, 2009 • 1:16 am
Setiap orang harus menyadari bahwa dirinya dilahirkan sebagai pemenang (baca: menjadi orang sukses), dan itulah ”kodratnya”. Kunci untuk menjadi pemenang ada di tangan setiap orang.Karena itu, orang harus meyakini ”kodratnya” ini,menetapkan cita-citanya setinggi mungkin, dan memutuskan dengan berani untuk mewujudkan citacita tersebut. Tentu orang tidak mendadak menjadi sukses,karena ada seribu satu hambatan. Salah satunya adalah hantu kegagalan masa lalu.
Masa lalu dengan berbagai kegagalan dan pengalaman pahit tidak cukup diterima atau dimaafkan, yang dibutuhkan adalah usaha manusia keluar dari pikirannya sendiri mengenai kegagalan. Masalah terbesar sebenarnya ada di pikiran, karena itu penting sekali mentransformasi pikiran dari keadaan sedih, kacau, putus asa (kegagalan) pada optimisme dan penuh harapan, bahwa dirinya ”ditakdirkan” untuk sukses.
Read the rest of this entry »
Filed under: Artikel Pendidikan, Education, Pendidikan, Prosa Kehidupan
Desember 31, 2007 • 3:51 am
Menjelang pergantian tahun 2007-2008 baru ini, kembali pertanyaan-pertanyaan yang sama muncul dibenak saya (mungkin karena saya sedikit katrok
, yang tidak pernah mengerti dengan makna dan arti pergantian tahun. Setiap pergantian tahun, hampir semua orang berlomba-lomba mempersiapkan diri, uang dan waktunya untuk menyambut pergantian tahun dengan berbagai aktivitas dan kegiatan yang memerlukan banyak waktu, tenaga dan uang.
Read the rest of this entry »
Filed under: Artikel Pendidikan, Blog Kehidupan, Catatan kehidupan, Dunia Matematika, Dunia Sufi, Education, Link Pendidikan, Pendidikan, Prosa Kehidupan, Science
Desember 22, 2007 • 1:11 am
Tiap tanggal 22 Desember masyarakat diingatkan agar tidak melupakan kaum ibu. Karena itu, tiap 22 Desember dijadikan sebagai Hari Ibu. Hari “seremonial” untuk mengingatkan kita kepada kaum ibu. Selengkapnya Klik di sini
Filed under: Agama, Artikel Pendidikan, Biografi tokoh, Diary Kehidupanku, Education, Link Pendidikan, Pendidikan, Prosa Kehidupan , ibu, makna

Sering kali, kita gagal dan gagal dalam urusan yang namanya “cinta”, padahal usaha yang di lalukan sudah all in. Penuh perjuangan dengan kucuran air mata. Namun apakah cinta itu memang mesti dikejar dan dicari , padahal jika kita mengejar cinta, kadangkala cinta malah akan lari ketika kita bisa mendapatkannya. Dan ketika kita mencari cinta, maka cinta akan dapat hilang setelah kita temukan.
Susah yaaaa?????……..
Jika semua jalan yang ada sudah tertutup maka kita harus menciptakan jalan baru. Jangan lagi mengejar cinta, jangan lagi mencari cinta. Tapi, ciptakan cintamu sendiriDi create. tapi gimana caranya? .. ya namanya juga mencipta. So pasti harus ada proses mencipta. Pasti ada bahan baku agar dapat mencipta. Proses mencipta adalah membuat diri kita layak untuk dicintai oleh siapa saja. Bahan bakunya adalah attitude kita.So, dengan menciptakan cinta. Kita yang men-create sendiri. Seperti apa cinta yang kita inginkan. Bahan bakunya, kita harus memiliki sifat yang peduli dengan orang lain. Sifat yang mau mengalah dan tidak egois. Sifat yang menerima semua perbedaan dan lain-lainnya. Plus, belajar mencinta kekurangan orang lain. karena ketika kita dapat mencintai kekurangan dan kejelekan orang lain maka kita akan dengan mudah untuk mencinta kelebihan dan keindahan orang lain. Sehingga, cinta itu sebenarnya ada dalam diri kita.
Bukankah kita sering meminta orang untuk mencintai kita, dan untuk memperhatikan kita?????….Tapi faktanya kebanyakan dari kita selalu mengejar cinta. Seakan-akan ketika cinta itu sudah kita dapat maka kita merasa berhak untuk menguasai cinta itu sebagai upah atas upaya kita mengejarnya. Begitu juga dengan mencari cinta. Ketika cinta tersebut sudah kita temukan, maka kita merasa berhak untuk menjajah cinta itu sebagai upah atas upaya kita mencarinya. Tapi apakah kita memang patut untuk di cintai????
Filed under: Prosa Kehidupan
Maret 14, 2007 • 12:09 am
Tak ada musuh yang tak dapat ditaklukkan oleh cinta.
Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang.
Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan.
Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan.
Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran.
Semua itu haruslah berasal dari hati kita.
Bicaralah dengan bahasa hati, maka akan sampai ke hati pula.
Kesuksesan bukan semata-mata betapa keras otot dan betapa tajam otak kita,
namun juga betapa lembut hati kita dalam menjalani segala sesuatunya.
kita takkan dapat menghentikan tangis seorang bayi hanya dengan merengkuhnya dalam lengan yang kuat.
Atau, membujuknya dengan berbagai gula-gula dan ata-kata manis.
Kita harus mendekapnya hingga ia merasakan detak jantung yang tenang jauh di dalam dada kita.
Mulailah dengan melembutkan hati sebelum memberikannya pada keberhasilan kita.
Filed under: Prosa Kehidupan
Februari 26, 2007 • 7:31 am
Seorang bijak pernah berkata:
Bahwa ada dua hari dalam hidup ini yang sama sekali tak perlu kita khawatirkan.
Yang pertama: hari kemarin.
kita tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi.
kita tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan.
kita tak mungkin lagi menghapus kesalahan; dan mengulangi kegembiraan yang kita rasakan kemarin.
Biarkan hari kemarin lewat; lepaskan saja.
Yang kedua: hari esok.
Hingga mentari esok hari terbit, kita tak tahu apa yang akan terjadi.
kita tak bisa melakukan apa-apa esok hari.
kita tak mungkin sedih atau ceria di esok hari.
Esok hari belum tiba; biarkan saja.
Yang tersisa kini hanyalah hari ini.
Pintu masa lalu telah tertutup; pintu masa depan pun belum tiba.
Pusatkan saja diri kita untuk hari ini. kita dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini bila Kita mampu memanfaatkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan esok hari.
Hiduplah hari ini. Karena, masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit. Hiduplah apa adanya. Karena yang ada hanyalah hari ini; hari ini yang abadi.
Filed under: Prosa Kehidupan
Februari 20, 2007 • 10:25 pm
|
WAKTU
|
|
Dan jika engkau bertanya, bagaimanakah tentang Waktu?….
Kau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur.
Engkau akan menyesuaikan tingkah lakumu dan bahkan mengarahkan perjalanan jiwamu menurut jam dan musim.
Suatu ketika kau ingin membuat sebatang sungai, diatas bantarannya kau akan duduk dan menyaksikan alirannya.
Namun keabadian di dalam dirimu adalah kesadaran akan kehidupan nan abadi,
Dan mengetahui bahwa kemarin hanyalah kenangan hari ini dan esok hari adalah harapan.
Dan bahwa yang bernyanyi dan merenung dari dalam jiwa, senantiasa menghuni ruang semesta yang menaburkan bintang di angkasa.
Setiap di antara kalian yang tidak merasa bahwa daya mencintainya tiada batasnya?
Dan siapa pula yang tidak merasa bahwa cinta sejati, walau tiada batas, tercakup di dalam inti dirinya, dan tiada bergerak dari pikiran cinta ke pikiran cinta, pun bukan dari tindakan kasih ke tindakan kasih yang lain?
Dan bukanlah sang waktu sebagaimana cinta, tiada terbagi dan tiada kenal ruang?Tapi jika di dalam pikiranmu haru mengukur waktu ke dalam musim, biarkanlah tiap musim merangkum semua musim yang lain,Dan biarkanlah hari ini memeluk masa silam dengan kenangan dan masa depan dengan kerinduan.
|
|
|
Read the rest of this entry »
Filed under: Prosa Kehidupan
Kata Mereka?...