“APA KATA DUNIA?..”

Menguak Khazanah Pemikiran dan Intelektual Keilmuan

Perbedaan Fatwa, Wacana, dan Vonis

Wacana, secara garis besar menurut kamus (KBBI), bermakna ucapan; perkataan; tutur atau keseluruhan tutur yang merupakan suatu kesatuan. Sebagai contoh, ungkapan seperti, ”Masalah ini baru merupakan wacana”, berarti baru merupakan tuturan. 

Wacana berbeda dengan fatwa, yang menurut kamus berarti: jawab (keputusan, pendapat) yang diberikan oleh mufti tentang suatu masalah; atau secara kiasan: nasihat orang alim; pelajaran baik; petuah. Dan lebih berbeda lagi dengan vonis, yang berarti putusan hakim atau hukuman. 

Dalam kitab-kitab fikih, mufti, pemberi fatwa, dibedakan dengan hakim. Mufti hanya memberikan informasi kepada dan sesuai pertanyaan si peminta fatwa. Sementara hakim memutuskan hukuman setelah mendengarkan berbagai pihak seperti penuntut, terdakwa, dan saksi-saksi. Berbeda dengan putusan hakim, fatwa tidak memiliki kekuatan memaksa. Tidak mengikat kecuali bagi si peminta fatwa.   Read the rest of this entry »

Filed under: Agama, Artikel Pendidikan, Matematika, Religion , ,

Laskar Pelangi Dan Fenomena Pendidikan Kita

Mendengar kata ‘Laskar Pelangi’, benak kita tentu akan tertuju pada novel tetralogi karangan Andrea Hirata yang rilis tiga tahun lalu. Suksesnya Laskar Pelangi yang mengangkat kehidupan kaum pinggiran nan miskin dan terlupakan di Pulau Belitong (sekarang Provinsi Bangka Belitung) menjadikan tokoh Ikal, Lintang, Mahar dkk sebagai pahlawan-pahlawan baru menggantikan tokoh `si Cowok Idaman’ dalam kebanyakan karya teenlit atau tokoh `Nayla si Trauma Seks’dalam kebanyakan sastra kelamin saat ini. Maka tak heran, bila sejumlah kritikus sastra memandang Laskar Pelangi sebagai fenomena baru, baik di ranah kesusastraan maupun perfilman nasional.Dalam latar kisah sekolah rekaan Andreainilah kita akan menemukan representasi mengkhawatirkan tentang praktik pendidikan formal di Indonesia yang kini tengah menuju pada `kematiannya’ .  

PendidikanYang Mana

Read the rest of this entry »

Filed under: Artikel Pendidikan, Dunia Matematika, Education, Link Pendidikan, Matematika, Pendidikan, Religion, Science

Ibadah Qurban Dan Realitas Sosial (Refleksi Idul Adha)

Setiap tahun dalam kalender islam, umat islam paling tidak merayakan dua hari raya penting yakni Idul Fitri dan Idul Adha. Patut kiranya bagi kita untuk merefleksi, apa sebenarnya makna dan pesan moral yang terkandung dari setiap perayaan itu sehingga tidak hanya bermakna relegius semata tetapi lebih dari itu, kita bisa melakukan langkah-langkah konstruktif untuk melakukan perubahan dalam kehidupan ini,.

Dan Idul Adha yang juga sering di sebut idul qurban telah dinyatakan dengan tegas oleh Tuhan dalam kitab suci-Nya;

 “Telah kami tebarkan nikmat yang banyak kepadamu, maka dirikanlah sholat dan berkurbanlah” (Qs, 108:1-2).

Teks ini dan riwayat qurban yang sering dikaitkan dengan sejarah kehidupan nabi Ibrahim hendaknya tidak dimaknai secara leksikal dan tekstual, karena setiap teks berhubungan dengan konteks kejadian yang menyertainya. Pemaknaan secara konstektual juga akan berguna untuk menemukan makna yang transformatif dan radikal, sehingga teks akan senantiasa hidup, dinamis, dan berkesesuaian dengan zaman.

Orang kadang sering lupa antara simbol dan substansi. Banyak orang yang sering berkurban secara formal tiap tahunnya sebanyak-banyaknya, akan tetapi substansi ibadah kurban sebagaimana yang dicerminkan dari Ibrahim yaitu untuk mengikis egoisitas diri Ibrahim, absen dari kehidupan sehari-hari.

Kurban yang sebenarnya harus berdampak sosial dan menumbuhkan keberagaman sejati pada orang yang melaksanakan, sehingga berkurban bukan sekedar menyembelih kambing, sapi dan yang sejenisnya, tetapi hendaklah kita berani berkurban dengan MENGURBANKAN EGO, KEPENTINGAN, HARTA BENDA, perhatian kita, dan urusan-urusan lain demi solidaritas kita terhadap sesama.

Filed under: Agama, Artikel Pendidikan, Blog Kehidupan, Catatan kehidupan, Diary Kehidupanku, Gubuk Pesantren, Religion , , ,

Lima Kesesatan Dalam Belajar Matematika

BANYAK mitos menyesatkan mengenai matematika. Mitos-mitos salah ini memberi andil besar dalam membuat sebagian masyarakat merasa alergi bahkan tidak menyukai matematika. Akibatnya, mayoritas siswa kita mendapat nilai buruk untuk bidang studi ini, bukan lantaran tidak mampu, melainkan karena sejak awal sudah merasa alergi dan takut sehingga tidak pernah atau malas untuk mempelajari matematika. Meski banyak, namun ada lima mitos sesat yang sudah mengakar dan menciptakan persepsi negatif terhadap matematika.

Read the rest of this entry »

Filed under: Artikel Pendidikan, Dunia Matematika, Education, Link Pendidikan, Matematika, Materi Kuliah Matematika, Pendidikan, Religion

ARTI SEBUAH KEJUJURAN

Jangan sok munafik, karena aku tak mau dimunafiki. Berbuatlah jujur karena aku suka orang jujur. Berbicara dan menyoal kejujuran adalah suatu topik pembicaraan yang mahal. Tak ubahnya ibarat barang langka, namun banyak konsumen yang mengincarnya. Terasa susah sekali mencari orang yang jujur atau yang bisa dipercaya. Tak urung, orang kepercayaan pun bisa jadi musuh dalam selimut.

Seiring dengan kemajuan media informasi dan tehnologi yang semakin canggih, peran kejujuran merupakan modal yang paling urgen (mendasar). Keakuratan dalam memberikan informasi, berita, data, fakta, dan segala yang terkait dengan pernyataan, sikap dan tindakan, itu tergantung kepada faktor kejujuran.

Demi mengejar persaingan bisnis, persaingan posisi (jabatan), kesenjangan sosial, kesulitan ekonomi atau pun kepentingan lainnya tak jarang dapat membutakan prinsip kejujuran. Tak luput juga dalam dunia pendidikan, adanya persaingan pendidikan yang kurang sehat juga dapat mengugurkan akan kejujuran. kalau dalam dunia pendidikan saja sudah terlepas dari prinsip kejujuran, bagaimana lagi bila meningkat pada jenjang berikutnya?

Demikian pula dalam lembaga kecil rumah tangga sangat perlu ditanamkan dan diterapkan prinsip kejujuran yang mulia ini. Betapa menyesalnya orang tua, bila sang anak sudah tidak bisa dipegang kejujurannya lagi? Betapa retaknya hubungan suami istri bila keduanya tidak saling menaruh kepercayaan? Dalam lembaga yang kecil saja ketidakjujuran itu membawa dampak negatif yang luar biasa, bagaimana lagi dampak yang terjadi dalam lembaga yang lebih besar?

Sangat tragis bila image (praduga) “siapa yang jujur ajur”, “siapa yang polos gak lolos”, ini semakin semarak. Apakah wabah ini bisa terobati? Jawabannya, tentu karena Allah subhanahu wata’ala tidak akan menurunkan sebuah penyakit melainkan pasti ada obatnya. Kembali kepada Islam, mempelajari ajaran-ajarannya dan mengamalkannya adalah obat yang tepat.

Baca Selengkapnya ARTI SEBUAH KEJUJURAn

Filed under: Religion

Munafik Sebuah Kepalsuan dalam Kehidupan

Hidup memang penuh kemunafikan, apa sih yang tidak palsu dalam hidup ini; sumpah palsu, janji palsu, gelar palsu, vonis palsu, cinta palsu, atau bahkan iman palsu.

Munafik yang awal mulanya berkonotasi religius yaitu orang-orang yang berpura-pura percaya kepada agama (islam), padahal sesungguhnya tidak percaya, sekarang telah menjadi bermakna luas. Munafik adalah orang yang tidak satu dalam kata dan perbuatan. Tanda-tanda orang munafik sebagaimana yang di sabdakan nabi ada tiga yaitu; apabila bicara ia bohong, apabila berjanji ia ingkar, dan apabila diberi kepercayaan ia berkhianat.

Kepalsuan adalah salah satu ciri kemunafikan, ibarat hantu, kepalsuan dan kemunafikan ada dimana-mana dan sulit diindera. Tidak hanya ada uang palsu, tidak hanya munafik dalam menjalankan agama, tetapi munafik politik, munafik ekonomi, sosial, dan seterusnya. politikus yang berjanji membawa aspirasi rakyat, tetapi kenyataan menindas rakyat berati sumpahnya palsu. Ekonom yang katanya membela kesejahteraan masyarakat, tetapi buktinya memperkaya diri dan golongannya pun berjanji palsu. Agamawan yang ngebodohin orang awam berarti beriman palsu.Mulut dan tangan memang bisa mengeluarkan madu atau racun.

kebenaran dan ketidakbenaran sama-sama keluar dari mulut. bicara yang tidak sesuai dengan kenyataan merupakan tanda orang munafik. Kemunafikan memang berteman dengan kejahatan. Kebohongan dapat membawa kejahatan, dan kejahatan membawa bencana.

Nabi Muhammad SAW  pernah mengatakan” kalau kejujuran membawa kebaikan dan kebaikan membawa ke surga, maka kabohongan sebaliknya membawa keburukan, dan keburukan membawa kepada neraka. Orang yang sekali berbuat jujur akan dicap sebagai orang jujur dan terpercaya (shiddiq, accountable), sedang orang yang sekali berbuat bohong akan diberi label sosial’Tukang dusta’ dan tidak dapat dipercaya lagi (kadzab,unaccoutable).

Banyak orang tua bilang sekarang zaman edan. Sulit menjadi orang jujur; orang jujur tidak akan mendapatkan bagian (keuntungan materi maksudnya). Yang palsu dan munafik memang sering terlihat mirip dengan yang asli dan benar. Karena sulit mendeteksi kemunafikan, orang kebanyakan sering terkecoh dan mudah percaya dengan yang palsu, namun kepercayaan kepada yang palsu berjalan sementara. Kepalsuan pasti terungkap. Ibarat sampah yang tertutup kertas, pasti kemudian dikerubuti lalat-lalat. Yang asli pasti kelijhatan kebenarannya, dan yang palsu pasti ketahuan buruknya

 

Ada satu mutiara dari Abraham Lincoln mantan presiden Amerika

Kamu dapat menipu satu orang selama-lamanya; kamu juga dapat menipu orang satu saat; tetapi kamu tidakakan dapat menipu semua orang selama-lamanya”. kata-kata ini perlu saya tambahkan ” Kamu tidak dapat menipu hati nuranimu sendiri dan tuhanmu”.

 

Filed under: Religion

Hermeneutika Kontekstual (Telaah Penafsiran Al Qur’an)

zaiiii.jpg

Ada satu hal yang cukup menarik yang aku dapatkan hari ini; ada ketertarikan, ketika aku membaca ulang buku”Islam Borjuis,kritik atas nalar islam murni” yang ditulis oleh kang kelik. Pemikiran-pemikiran yang kadang-kadang penuh kontoversial tetapi sangat menarik untuk dikaji dan dipikir ulang. Seperti tentang penafsiran Al Qur’an, dalam islam Al Qur’an sering dipakai menjustifikasi kepentingan identitas kelompok untuk bertahan dari atau melawan kelompok lain sehingga terjadi “pemaksaan penafsiran”. Begitulah salah satu jalan pemikiran kang kelik, memang betul sih kalau dipikir-pikir. Lebih lanjut, ayat-ayat Al Qur’an ditafsirkan terpisah, serta “dicabut” dari konteks historis (asbab nuzul dan sosio-kultural) dan hubungan redaksial antar ayat-ayat di sekitarnya (munasabat al-ayat).Padahal, penafsiran a-historis dan a-kontekstual mempermudah terjadinya kontradiksi dalam memahami kitab suci Al Qur’an. Di satu sisi, Al Qur’an diyakini  sebagai tidak mengandung kontradiksi internal sama sekali; tetapi di sisi lain, kelompok ayat tertentu lebih disukai daripada kelompok ayat lain yang dianggap tidak mendukung prakonsepsi kelompoknya. padahal kitab suci Al Qur’an di yakini turun  tidak dalam suatu “historical vacuum“; ia turun bertahap unutk menjawab pertanyaan, memberikan tanggapan, atau bahkan unutk kemudian di jadikan ‘pegangan moral’ dalam berbagai masyarakat sesudahnya.Adalah sangat penting untuk melihat generalitas dan sekaligus partikulitas ayat-ayat Al Qur’an secara seimbang. Pertanyaan’ mengapa ayat ini diturunkan seperti ini, dan bagaimana ayat-ayat lain berbicara tentang soal ini?’Salah satu persoalan krusial yang dalamnya terjadi polemik penafsiran  yang tampaknya belum selesai adalah bagaimana  Al Qur’an berbicara tentang pluralisme agama. seperti disinggung di atas, Al Qur’an diyakini tidak mengandung kontradiksi internal sama sekali, karena kalau hal itu terjadi, maka berarti hilang makna keabadian fungsi dan nilai orisinalitas Al Qur’an, meskipun sebagian kelompok ‘terpaksa menyerah’ dengan mengatakan kelompok ayat ini dihapus dengan kelompok ayat itu yang turun belakangan (gagasan nasakh atau penghapusan ayat) 

Filed under: Religion

Progresivitas Kaum Santri

Kini para santri itu tak hanya bertumpu pada pemikiran tokoh-tokoh seperti al-Subki, al-Syathibi, al-Thufi, dan Ibnu Rusyd, tapi mulai merambah dan menjelajahi pemikiran tokoh-tokoh seperti Hans-George Gadamer (hermeneutika), Ferdinad de Saussure (linguistik), Michel Foucault (epistemologi), dan Roland Barthes (semiologi).Ketika berkunjung ke beberapa pesantren, terutama di Jawa dan Madura, saya kerap berjumpa dengan sekelompok santri muda yang sedang bergairah dalam mengembangkan tradisi keilmuan baru. Mereka yang umumnya lahir di akhir tahun 1970-an atau awal 1980-an itu, giat melakukan pengkajian kritis dan kontekstual terhadap teks-teks kitab kuning; kitab pedoman keagamaan yang dianggap “sakral”, yang biasanya hanya dihafal dan dipahami terutama pada tingkat kebahasaan.

Read the rest of this entry »

Filed under: Religion

Kontroversi Pemakaian Jilbab

Selama ini jilbab diyakini banyak pihak telah menjadi simbol keislaman. Alasannya, selain termasuk model busana perempuan yang diperintahkan agama, juga diyakini sebagai wujud ketegaran sikap perempuan Islam menghadapi penindasan patriarkhi, kapitalisme, dan globalisasi. Tetapi, saya melihat hal itu telah disalahpahami banyak pihak, baik kalangan Islam maupun kalangan di luar Islam. Di kalangan Islam sendiri, sering dijumpai keyakinan tentang superioritas ketakwaan perempuan berjilbab daripada yang tidak berjilbab. Sedangkan di kalangan luar, kelompok berjilbab sering dianggap sebagai kalangan fundamentalis yang militan, radikal, dan anti-Barat. Setidaknya, dua kemungkinan itu yang saya tangkap.Untuk sedikit membuka tabir polemik seputar aurat dan jilbab, terutama dari aspek teori hukum, saya teringat pada salah satu ulama kontemporer, yaitu Mohammed Shahrour. Mengapa harus Shahrour? Banyak kalangan menganggap memakai jilbab adalah kewajiban. Sebab, rambut perempuan adalah bagian dari aurat. Tapi, ada juga yang menganggap tidak demikian. Nah, di antara penggugat kemapanan pendapat pertama adalah Shahrour, terutama dalam buku al-Kitab wa al-Quran: Qira’ah Mu’ashirah (1992). Read the rest of this entry »

Filed under: Religion

Funsi Al Qur’an Bagi Kehidupan

Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku
Dengan wudu’ aku kau sentuh dalam keadaan suci
Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra
Sekarang engkau telah dewasa…
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku…
Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah…
Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu
Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu
Kadangkala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa 
Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.
 

Dulu…pagi-pagi…surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman
Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau…..
Sekarang… pagi-pagi sambil minum kopi…engkau baca Koran pagi atau nonton berita TV
Waktu senggang..engkau sempatkan membaca buku karangan manusia 
Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa.
Engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan
Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembuka surahku (Basmalah)
Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi
Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja
Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu
Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun
E-mail temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan
Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu
Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku
Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk
Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah
Waktupun cepat berlalu…aku menjadi semakin kusam dalam lemari
Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu
Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali
Itupun hanya beberapa lembar dariku
Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu
Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.
Apakah yang selama ini menjadi teman kehidupanmu, dapat memberimu pertolongan ? Bila
engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba Engkau akan
diperiksa oleh para malaikat suruhanNya 
Peganglah aku lagi . .. bacalah kembali aku setiap hari
Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci
Yang berasal dari Alloh, Tuhan Yang Maha Mengetahui 
Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah.Sentuhilah aku kembali…
Baca dan pelajari lagi aku….
Setiap datangnya pagi dan sore hari  Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu
Seperti dulu….dulu sekali…
Waktu engkau masih kecil , lugu dan polos…
Di surau kecil kampungmu yang damai
Jangan aku engkau biarkan sendiri….
Dalam bisu dan sepi….
Mahabenar Allah, yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.  
Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya.Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu…
Setiap saat berlalu…kuranglah jatah umurmu…
Dan akhirnya kubur sentiasa menunggu kedatanganmu..
Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu
Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.
Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati…
Di kuburmu nanti….
Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan
Yang akan membantu engkau membela diri
Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu Dari perjalanan di alam akhirat
Tapi Akulah “Qur’an” kitab sucimu
Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu
 

Filed under: Religion

Hai…..

===================== Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

My Twitter

  • Hidup yang cuma sekali ini, alangkah ruginya jika kita gunakan untuk sesuatu yang tak berarti...TERBAIK HARI INI. 1 month ago
  • MARI BANTU SESAMA DENGAN MENGGALANG KEPEDULIAN UNTUK SAUDARA KITA DI SUMBAR. 1 month ago

MENANTI SEJUTA PENGUNJUNG

  • 1,045,317 PENGUNJUNG

“[ATURAN]“

===================== Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

APA KATA KITA TENTANG DUNIA????….

=====================

-:-

Dunia yang kita ciptakan adalah Hasil dari pemikiran kita,

Kita tidak bisa merubah Dunia jika pikiran kita tidak berubah.

-:-

tohir1.jpg

-:-

Setiap pemikiran manusia yang benar adalah suatu tesis,

seiring dengan berjalannya masa, akan lahir antitesis-antitesis

yang akan menolak kebenaran itu

-:-

My Inspirasi….

=====================

[ :: dariMU untukKU :: ]

[ :: sEsuAtu :: ]

=====================

Jika hati sejernih A I R
janganlah biarkan ianya K E R U H.
jika Hati seputih A W A N
janganlah biarkan ianya
M E N D U N G.
Jika hati seindah B U L A N
hiasilah ianya dengan
I M A N.
=====================
-:: My DeStInY ::-

:: bIcArA sEkEpINg HaTi ::
=====================
Kalam loh mahfuz mencatat dan sudah mencatat lagi. segala doa
dan ikhtiar tidak dapat memadamkan catatan ILAHI. biar pun hanya sekerat baris dan seberapa banyak air mata sepatah pun tidak akan terkikis catatan TUHAN Yang Maha Panyayang... ===================

Catatanku