<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>"APA KATA DUNIA?.."</title>
	<atom:link href="http://zainurie.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://zainurie.wordpress.com</link>
	<description>Menguak Khazanah Pemikiran dan Intelektual Keilmuan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 05 Oct 2009 09:23:30 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='zainurie.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/ac5c0d741edf50e3d8400f579e0547ea?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>"APA KATA DUNIA?.."</title>
		<link>http://zainurie.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Life Is Wonderful</title>
		<link>http://zainurie.wordpress.com/2009/10/02/life-is-wonderful/</link>
		<comments>http://zainurie.wordpress.com/2009/10/02/life-is-wonderful/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 07:19:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zainurie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[kemanusian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zainurie.wordpress.com/?p=608</guid>
		<description><![CDATA[Ketika sebuah musibah menimpa dalam hidup kita, mungkin kitapun sering bertanya “ Dimanakah letak sifat rahman dan rahimnya Tuhan sehingga Tuhan “tega” menghancurkan dan memusnahkan semua yang telah kita bangun dan kita usahakan selama ini?. Dan benarkah Tuhan sudah tidak kasih dan sayang  lagi pada kita sehinggaTuhan “murka” yang  dikarenakan suatu kesalahan yang telah diperbuat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zainurie.wordpress.com&blog=750913&post=608&subd=zainurie&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-613" title="jawapos" src="http://zainurie.files.wordpress.com/2009/10/jawapos1.jpg?w=300&#038;h=187" alt="jawapos" width="300" height="187" />Ketika sebuah musibah menimpa dalam hidup kita, mungkin kitapun sering bertanya “ Dimanakah letak sifat rahman dan rahimnya Tuhan sehingga Tuhan “tega” menghancurkan dan memusnahkan semua yang telah kita bangun dan kita usahakan selama ini?. Dan benarkah Tuhan sudah tidak kasih dan sayang  lagi pada kita sehinggaTuhan “murka” yang  dikarenakan suatu kesalahan yang telah diperbuat oleh manusia?&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Memang inilah hikmah terbesar dari setiap musibah” bisa jadi koreksi dan intropeksi pada diri manusia bahwa ada kekuatan Tuhan yang ada di luar jangkauan kemampuan  manusia”.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-608"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-618" title="93404large" src="http://zainurie.files.wordpress.com/2009/10/93404large1.jpg?w=480&#038;h=300" alt="93404large" width="480" height="300" />Sekarang, alangkah baiknya jika di sini kita merenungkan kembali bahwa Tuhan yang dalam pikiran kita “senang menimpakan musibah pada kita”, pada dasarnya adalah Tuhan yang sangat Maha pengasih dan Maha Penyayang dalam hidup kita. Betapa banyak anugerah dan nikmat yang telah Tuhan berikan dalam hidup ini, yang sederhana saja, setiap hari kita masih bisa bernafas menghirup udara yang di sediakan cuma-cuma tanpa ongkos pengganti, bayangkan jika semua itu kita harus membelinya?&#8230;. tidak hanya itu masih banyak lagi nikmat dan keberuntungan lain yang sudah pernah kita dapatkan dalam hidup ini. Jadi kalaupun kita tertimpa musibah dan penderitaan, alangkah baiknya jika kita belajar untuk berterima kasih pada Tuhan atas segala musibah dan penderitaan itu, sehingga akan membuat kita lebih dekat dengan-Nya dan bukan sebaliknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Berpikir positif dalam setiap kejadian &#8211; walaupun di sadari bahwa kita adalah manusia yang tidak sempurna sehingga pikiran negatif pasti akan kita miliki &#8211; akan sangat membantu kita dalam menjalani kehidupan ini dengan mudah. Di samping itu dengan belajar iklas menerima segala bentuk musibah yang berat dan berlapang dada terhadapnya menjadikan hidup yang kita jalani akan terasa lebih ringan untuk kita jalani.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-622" title="93765large" src="http://zainurie.files.wordpress.com/2009/10/93765large1.jpg?w=480&#038;h=300" alt="93765large" width="480" height="300" />Terakhir melalui tulisan ini “ semoga saudara-saudara saya yang saat ini di timpa gempa bumi di Sumatra di beri kesabaran dan keiklasan untuk  menerimanya serta kekuatan untuk segera pulih untuk menjalani kehidupan yang lebih baik lagi”. Dan mari kita ulurkan tangan kita semampu kita baik untuk meringankan penderitaan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Berikut ini adalah beberapa alamat Donasi resmi di mana kita bisa menyalurkan bantuan tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1. <img class="alignleft size-full wp-image-609" title="sun-logo" src="http://zainurie.files.wordpress.com/2009/10/sun-logo.jpg?w=120&#038;h=35" alt="sun-logo" width="120" height="35" /></strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>PT. Lativi Mediakarya (tvOne)</strong></p>
<p><strong>BANK MANDIRI CAB JKT PULO GADUNG<br />
NO REKENING : 125-000-7926-793</strong></p>
<p><strong>BANK BRI CAB RAWAMANGUN<br />
NO REKENING : 0386-01-000-111-304</strong></p>
<p><strong>BANK BNI 46 CAB RAWAMANGUN<br />
NO REKENING : 300920095</strong></p>
<p><strong>BANK BCA CAB PULO GADUNG<br />
NO REKENING : 275-111111-0</strong><strong> </strong></p>
<p>2.</p>
<p><strong>Rekening Kemanusiaan MER-C :</strong></p>
<p><strong>1. BCA cabang Kwitang<br />
no. Rek. 686.0099339<br />
atas nama Medical Emergency Rescue Committee</strong></p>
<p><strong>2. Bank Syariah Mandiri (BSM) cabang Kramat<br />
No. Rek. 128.0011802<br />
atas nama Medical Emergency Rescue Committee</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> 3</strong></p>
<p><strong>POSKO PENANGGULANGAN BENCANA MASYARAKAT SIPIL:</strong></p>
<p><strong>Jl. Tegal Parang Utara No. 14 &#8211; Mampang, Jaksel. Telp. 021-79193363-68. </strong></p>
<p><strong>( Ktr WALHI ). No. Rekening Atas Nama Yayasan WALHI No. 7070000900702. </strong></p>
<p><strong>POSKO di Padang: Jl. Beringin III No. 9 Padang – SUMBAR hp&#8230;&#8230;: 081363482946 t/f : 0751-7054673, 7050883 (WALHI SUMBAR). Hp. 081931220356 (Dadang Sudardja &#8211; uwa_dadang@yahoo.co.id) via Desiyanti Wirabrata</strong></p>
<p><strong>apapun dan berapapun bantuan kita akan sangat berguna bagi saudara-saudara kita itu.<br />
</strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zainurie.wordpress.com/608/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zainurie.wordpress.com/608/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zainurie.wordpress.com/608/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zainurie.wordpress.com/608/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zainurie.wordpress.com/608/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zainurie.wordpress.com/608/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zainurie.wordpress.com/608/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zainurie.wordpress.com/608/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zainurie.wordpress.com/608/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zainurie.wordpress.com/608/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zainurie.wordpress.com&blog=750913&post=608&subd=zainurie&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zainurie.wordpress.com/2009/10/02/life-is-wonderful/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a3856da06af4c9d55c2ea868a86b893?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">zainurie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zainurie.files.wordpress.com/2009/10/jawapos1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">jawapos</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zainurie.files.wordpress.com/2009/10/93404large1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">93404large</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zainurie.files.wordpress.com/2009/10/93765large1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">93765large</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zainurie.files.wordpress.com/2009/10/sun-logo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sun-logo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pendidikan Dan Budaya Premanisme</title>
		<link>http://zainurie.wordpress.com/2009/09/30/pendidikan-dan-budaya-premanisme/</link>
		<comments>http://zainurie.wordpress.com/2009/09/30/pendidikan-dan-budaya-premanisme/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 12:24:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zainurie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Matematika]]></category>
		<category><![CDATA[Matematika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zainurie.wordpress.com/?p=606</guid>
		<description><![CDATA[Seakan sudah menjadi bagian dari pendidikan kita, kekerasan selalu menjadi isu penting yang tak pernah hilang dan selalu terulang dalam negeri ini, tengoklah beberapa tahun silam mulai dari kasus IPDN, dan yang terakhir ATKP hingga Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) -walaupun kebenaran dari kasus ini masih dalam penyelidikan-, isu yang berhembus di publikpun bukan tentang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zainurie.wordpress.com&blog=750913&post=606&subd=zainurie&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Seakan sudah menjadi bagian dari pendidikan kita, kekerasan selalu menjadi isu penting yang tak pernah hilang dan selalu terulang dalam negeri ini, tengoklah beberapa tahun silam mulai dari kasus IPDN, dan yang terakhir ATKP hingga Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) -walaupun kebenaran dari kasus ini masih dalam penyelidikan-, isu yang berhembus di publikpun bukan tentang keunggulan atau prestasi dari sekolah kedinasan itu tetapi justru sebaliknya “kekerasan dan tindakan premanisne” dalam sekolah.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=421876&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=141427757310&amp;aid=-1&amp;auser=0&amp;oid=141427757310&amp;id=1666987362"></a></p>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-605" title="kekerasan1" src="http://zainurie.files.wordpress.com/2009/09/kekerasan1.jpg?w=250&#038;h=214" alt="kekerasan1" width="250" height="214" /><br />
Lantas memang beginikah fenomena pendidikan kita?..</p>
<p style="text-align:justify;">
<span id="more-606"></span> Semuanya dikembalikan lagi kepada semua insan pendidik.<br />
Kalau kita tinjau tujuan awal dari pendidikan adalah untuk memuliakan martabat manusia, lalu dengan kejadian seperti itu timbul pertanyaan “di manakah letak kemuliaan itu kalau kekerasan dan tindakan premanisme selalu menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pendidikan?&#8230;”<br />
Memang perilaku kekerasan dalam dunia pendidikan kita ibarat bola salju yang akan terus menggelinding dan akan semakin besar jika tidak bisa di hentikan, akibatnya lembaga pendidikan kitapun akan melahirkan dan mereproduksi anak-anak didik yang terbiasa dengan kekerasan.<br />
Maraknya tawuran pelajar, pengguguran kandungan, pelecehan seksual oleh guru, pemerkosaan dan pembunuhan terhadap pelajar dan oleh pelajar lain merupakan lampu merah bagi pemerintah dan tiap insan pendidikan untuk segera menyehatkan kinerja sistem pendidikan kita.<br />
Yang perlu di sadari adalah dengan adanya tindak kekerasan di sekolah sebenarnya adalah masalah kita bersama masyarakat, negara, guru, orangtua, dan siswa harus bekerja sama menciptakan lingkungan yang aman dalam lembaga pendidikan. Jika tidak, segala usaha pencegahan dan hukuman tidak akan efektif.<br />
Banyak alasan kekerasan di lingkungan pendidikan itu bisa terjadi tetapi, di Indonesia, kekerasan pelajar terjadi karena perselingkuhan antara sistem pendidikan dan kultur sosial yang menghasilkan generasi muda sakit jiwa.<br />
Sistem pendidikan kita telah meminggirkan orang miskin atas akses pendidikan. Sedangkan kultur sosial mengajarkan gaya hidup yang mendasarkan diri pada kekayaan dan kekuasaan.<br />
Perselingkuhan itu membuat mereka yang terlempar keluar tidak berdaya karena sistem pendidikan dan kultur sosial menyingkirkan mereka dari derap masyarakat. Mereka adalah orang-orang terluka yang di masa lalu selalu dihina, dilecehkan, dipukuli. Karena itu, tindak kekerasan dilakukan sebagai balas dendam atas pengalaman masa lalu. Perilaku kekerasan akan melahirkan kekerasan lain. Maka, di sini yang paling bertanggung jawab jika ada perilaku kekerasan dalam lembaga pendidikan adalah pimpinan lembaga itu sebab ia tidak becus menciptakan kebijakan yang kondusif bagi keberhasilan visi pendidikan kelembagaannya. Dan sudah seharusnya sejak kini budaya premanisme itu di hilangkan dari dunia pendidikan kita, supaya bangsa ini benar-benar menghasilkan peserta didik yang cerdas secara intelektual dan juga moral.<br />
Sekali lagi <strong>STOP KEKERASAN DALAM DUNIA PENDIDIKAN KITA</strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zainurie.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zainurie.wordpress.com/606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zainurie.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zainurie.wordpress.com/606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zainurie.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zainurie.wordpress.com/606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zainurie.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zainurie.wordpress.com/606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zainurie.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zainurie.wordpress.com/606/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zainurie.wordpress.com&blog=750913&post=606&subd=zainurie&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zainurie.wordpress.com/2009/09/30/pendidikan-dan-budaya-premanisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a3856da06af4c9d55c2ea868a86b893?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">zainurie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zainurie.files.wordpress.com/2009/09/kekerasan1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kekerasan1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Liberalisasi Pendidikan</title>
		<link>http://zainurie.wordpress.com/2009/06/27/liberalisasi-pendidikan/</link>
		<comments>http://zainurie.wordpress.com/2009/06/27/liberalisasi-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 23:11:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zainurie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Matematika]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zainurie.wordpress.com/?p=329</guid>
		<description><![CDATA[
Musim unas sudah berlalu, sekarang dengan seiring pergantian musim unas itu, musim masuk perguruan tinggipun di mulai.Beragam cara dan nama pun muncul, mulai dari jalur umum, jalur khusus, jalur prestasi, jalur alih jenjang, dan sejumlah nama lainnya. Yang menarik adalah, dari sekian nama itu ujung-ujungnya juga terkait dengan masalah biaya pendidikan, yang dari tahun ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zainurie.wordpress.com&blog=750913&post=329&subd=zainurie&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Musim unas sudah berlalu, sekarang dengan seiring pergantian musim unas itu, musim masuk perguruan tinggipun di mulai.Beragam cara dan nama pun muncul, mulai dari jalur umum, jalur khusus, jalur prestasi, jalur alih jenjang, dan sejumlah nama lainnya. Yang menarik adalah, dari sekian nama itu ujung-ujungnya juga terkait dengan masalah biaya pendidikan, yang dari tahun ke tahun bukan semakin murah tetapi sebaliknya “Mahal”. Pada jalur umum saja biaya masuk bisa mencapai Rp 135 juta – data ini saya temukan di salah satu brosur Perguruan tinggi di kota Malang, di kota lain mungkin bisa lebih tinggi lagi-, jumlah itu belum termasuk biaya operasional pendidikan (BOP) yang bervariasi.</span></p>
<p style="line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span id="more-329"></span>Bahkan tarif yang cukup mahal juga berlaku bagi calon mahasiswa yang menempuh jalur penelusuran bakat dan minat . Apalagi jalur khusus, yang biasa disebut &#8220;jalur tol&#8221;, mungkin biaya itu bisa lebih mahal lagi.</span></p>
<p style="line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Mahalnya biaya masuk dan kuliah di PTN dipandang beberapa pengelola perguruan tinggi sebagai upaya &#8220;subsidi silang&#8221; antara mahasiswa kaya dan miskin.</span></p>
<p style="line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Semakin lama biaya pendidikan di Indonesia makin tak berperikemanusiaan. Biaya kuliah di luar negeri tak jarang bisa lebih murah di- banding PTN dalam negeri. Jadi, jangan salahkan bila anak-anak muda terbaik Indonesia memilih sekolah di luar negeri.</span></p>
<p style="line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Kuliah di Indonesia betul-betul menyedihkan. Apalagi sekarang, modal pintar pun tak menjamin seseorang bisa kuliah di PTN lantaran biaya yang tak lagi murah. PTN tak jarang memasang tarif lebih mahal ketimbang perguruan tinggi swasta (PTS). Pendidikan bermutu memang membutuhkan biaya besar. Selama ini, perguruan tinggi di Indonesia kalah saing dengan yang di luar negeri. Masalah mutu inilah yang menjadi dalih bagi pemerintah Indonesia sebagai legalisasi pembuka keran sektor swasta jasa penyediaan pendidikan dengan melepaskan diri dari urusan pendidikan.</span></p>
<p style="line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Sama halnya dengan liberalisasi di sektor migas, liberalisasi pendidikan juga mengharuskan pemerintah untuk melepas diri dari tanggung jawab dalam sektor pendidikan. Seperti tahun lalu untuk memuluskan liberalisasi migas, seluruh rakyat Indonesia &#8220;menikmati&#8221; kenaikan harga BBM dengan legalisasi UU migas. Begitu juga dengan pendidikan, Undang-undang Badan Hukum Pendidikan (UU BHP) begitu kental dengan upaya pelegalan pelepasan diri pemerintah secara total.</span></p>
<p style="line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Dengan lepas tangan pemerintah dalam penyedian sektor publik diharapkan mekanisme pasar akan menggantikan penyediaannya. Hal tersebut sesuai dengan &#8220;dogma&#8221; ilmu ekonomi kapitalis yang sangat mengagungkan pasar bebas. Jika pemerintah tetap ikut campur terhadap penyediaan sektor publik, maka pemerintah dianggap sebagai pengacau yang akan mengakibatkan ketidakefesienan dan keefektifan pasar. Ketidakefisienan dan ketidakefektifan inilah yang dianggap biang masalah rendahnya mutu perguruan tinggi di Indonesia.</span></p>
<p style="line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Liberalisasi dan kapitalisasi yang merupakan pesanan para kapitalis tidak hanya menimpa dunia pendidikan. Patut disadari bahwa kebijakan global ini juga menimpa sektor ekonomi, politik, sosial, dan sektor lainnya yang akan mengebiri peran dan fungsi negara sebatas pelegalisasian kebijakan. Padahal, fungsi negara adalah mengurusi urusan rakyat, yaitu terpenuhinya segala kebutuhan rakyat.</span></p>
<p style="line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Kebijakan liberalisasi ini merupakan bentuk penjajahan baru yang canggih, yang sebenarnya telah dimulai sejak berakhirnya penjajahan dalam bentuk fisik. Dahulu, para imprealis dengan modalnya menjajah langsung, sehingga bisa dideteksi dengan mudah oleh suatu daerah karena nyata-nyata penjajah tersebut ada di hadapan. Namun, sekarang ini, pola penjajahan tidak kasat mata, yang mana kita dapat merasakan, tetapi untuk mendeteksi musuh sebenarnya perlu analisis global terhadap suatu kebijakan.</span></p>
<p style="line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Kita dapat melihat bahwa sebuah sistem tidak dapat berdiri sendiri. Masalah pendidikan tidak hanya masalah pada sistem pendidikan semata. Namun, permasalahan ini juga terkait dengan ekonomi, hukum, dan lainnya yang menyangkut sistem pemerintahan sekarang ini yang cenderung kapitalistik. Dengan paradigma sistem kapitalistik maka masuk akal jika segala sesuatu dinilai dari materi. Jadi, kalau mau pendidikan bagus otomatis harus dengan biaya tinggi.</span></p>
<p style="line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Dengan paradigma sekarang, pemerintahan hanya berharap pemasukan untuk kas negara dari sektor pajak. Oleh sebab itu, pemerintah rajin untuk memprivatisasi segala sesuatu, termasuk pendidikan</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zainurie.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zainurie.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zainurie.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zainurie.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zainurie.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zainurie.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zainurie.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zainurie.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zainurie.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zainurie.wordpress.com/329/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zainurie.wordpress.com&blog=750913&post=329&subd=zainurie&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zainurie.wordpress.com/2009/06/27/liberalisasi-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a3856da06af4c9d55c2ea868a86b893?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">zainurie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ujian Nasional (UN) Antara Pro dan Kontra</title>
		<link>http://zainurie.wordpress.com/2009/06/13/pengumuman-ujian-nasional-un-antara-pro-dan-kontra/</link>
		<comments>http://zainurie.wordpress.com/2009/06/13/pengumuman-ujian-nasional-un-antara-pro-dan-kontra/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2009 23:46:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zainurie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Link Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zainurie.wordpress.com/?p=572</guid>
		<description><![CDATA[
Setelah sekian waktu menunggu, akhirnya tiba juga waktu yang dinantikan itu, hasil ujian nasional yang di tunggu-tunggu namun masih mengundang segudang polemik yang tak kunjung ketemu jalan terbaik penyelesaiannya. Mulai masalah kejujuran yang dipertaruhkan hingga masalah image akhir pembelajaran yang &#8221;ternoda&#8221; antara siswa dan guru. Masalah psiko­logis anak yang tertekan. Masalah orang tua yang terbawa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zainurie.wordpress.com&blog=750913&post=572&subd=zainurie&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:normal;">Setelah sekian waktu menunggu, akhirnya tiba juga waktu yang dinantikan itu, hasil ujian nasional yang di tunggu-tunggu namun masih mengundang segudang polemik yang tak kunjung ketemu jalan terbaik penyelesaiannya.</span> Mulai masalah kejujuran yang dipertaruhkan hingga masalah <em>image</em> akhir pembelajaran yang &#8221;ternoda&#8221; antara siswa dan guru. Masalah psiko­logis anak yang tertekan. Masalah orang tua yang terbawa oleh kekhawatiran dan kebingungan. Semua seperti lingkaran yang tak pernah putus.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi pihak yang pro dengan Unas, pemerintah harus tetap menyelenggarakan UN dari tahun ke tahun karena UN adalah kebijakan dan keputusan yang sudah tepat dengan alasan:<span id="more-572"></span></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">1.Unas diperlukan untuk mengukur keberhasilan peserta didik pada setiap akhir tingkatan pendidikan dan sebagai standardisasi kualitas pendidikan nasional di mata dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Unas merupakan alat evaluasi utama hasil belajar dan digunakan sebagai alat seleksi ke jenjang pendidikan selanjutnya.</p>
<p style="text-align:justify;">3. UU Sisdiknas mengharuskan adanya unas. Jadi apabila tidak ada unas, artinya melanggar UU.</p>
<p style="text-align:justify;">4. Banyak negara maju yang menerapkan unas sehingga kualitas pendidikannya stabil dalam kategori &#8221;maju&#8221;.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Namun demikian, seperti di ungkap di awal tadi Unas yang awalnya diharapkan dapat sebagai tolok ukur keberhasilan pendidikan kita harus tercoreng  karena insan pendidikan kita belum siap sepenuhnya dengan kebijakan Unas itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang perlu diperhatikan adalah dalam penilaian hasil belajar siswa hendaknya pemerintah memperhatikan beberapa hal sehingga kebijakan yang di ambil itu tidak terasa  dipaksakan, antara lai:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">1. Kualitas soal. Tes yang bermutu adalah <em>ability test</em> (tes kemampuan), bukan <em>disability tes</em> (tes ketidakmampuan). Ciri-ciri tes kemampuan adalah soal tes yang berkualitas itu semestinya harus dapat dijawab siswa. Soal yang tidak berkualitas adalah soal yang membuat bingung siswanya, penuh jebakan de­ngan pemikiran tingkat rendah. Isi soal harus bergerak dari tingkat taksonomi <em>bloom</em>, yaitu dari pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. Model soal <em>multiple choice</em> adalah pada lantai dasar kualitas soal paling rendah.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Ranah penilaian. Ranah penilaian adalah keberhasilan peserta didik mengikuti proses belajar harus diukur dengan keseimbangan tiga ranah. Yaitu, kognitif (berkaitan dengan daya pikir), psikomotorik (berkaitan dengan hasil karya), dan afektif (berkaitan dengan respons, sikap, dan minat). Apabila hanya dinilai dari satu ranah, penilaian tersebut kurang valid. Cara penilaian menurut penilaian otentik adalah berbasis proses aktivitas belajar. Bukan pada akhir dari waktu pembelajaran, bukan ditentukan 3 hari pada akhir belajar yang menentukan keseluruhan aktivitas belajar selama 6 tahun atau 3 tahun. Hal itu akan secara langsung mereduksi banyak hasil belajar yang baik selama proses belajar.</p>
<p style="text-align:justify;">3. Standar kelulusan. Standar kelulusan peserta didik dalam ranah kognitif, psikomotorik, dan afektif sebenarnya dapat dimunculkan. Hanya, pihak yang paling berhak untuk membuat soal dan menilai ialah guru atau sekolah. Sebab, guru adalah pendidik yang setiap hari bertemu dalam proses belajar mengajar. Tidak mungkin yang membuat soal adalah pihak yang tidak pernah bertemu dengan siswanya dalam proses belajar.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Perdebatan tentang perlu tidaknya unas untuk selalu di gelar dari tahun ke tahun mungkin sudah sering kita dengar tapi nyatanya pemerintah tetap saja melanjutkan kebijakan itu. Dan pemerintah sebagai pengambil kebijakan peyelenggara unas hendaknya memperhatikan kaidah-kaidah penilaian otentik yang seperti di sebutkan di atas tadi supaya perhelatan besar setiap tahun ini berujung pada kualitas hasil valid, baik di mata nasional maupun internasional. Dan jika perlu mengembalikan ke sekolah masing-masing tentang lulus-tidaknya peserta didik karena gurulah yang lebih tahu tentang kemampuan anak didiknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Perdebatan yang terjadi adalah bagaimana mungkin sekolah &#8221;jujur&#8221; untuk menilai kelulusan siswanya. Pasti diluluskan semua. Perdebatan itu mestinya tidak perlu terjadi kalau pemerintah memberikan &#8221;kepercayaan&#8221; kepada satuan pendidikan (sekolah). Bukankah dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), wewenang silabus dan proses belajar sudah diberikan kepada satuan pendidikan untuk mengembangkan. Mestinya hak evaluasi juga harus dipercayakan. Dengan adanya unas, malah ketidakjujuran berkembang luas dan dilegalkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga pemerintah mendatang khususnya menteri pendidikan Indonesia terpilih nantinya bisa berpikir arif tentang unas ini, sehingga pendidikan Indonesia akan lebih baik lagi. Semoga.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zainurie.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zainurie.wordpress.com/572/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zainurie.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zainurie.wordpress.com/572/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zainurie.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zainurie.wordpress.com/572/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zainurie.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zainurie.wordpress.com/572/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zainurie.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zainurie.wordpress.com/572/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zainurie.wordpress.com&blog=750913&post=572&subd=zainurie&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zainurie.wordpress.com/2009/06/13/pengumuman-ujian-nasional-un-antara-pro-dan-kontra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a3856da06af4c9d55c2ea868a86b893?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">zainurie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Demokratisasi Informasi</title>
		<link>http://zainurie.wordpress.com/2009/03/28/demokratisasi-informasi/</link>
		<comments>http://zainurie.wordpress.com/2009/03/28/demokratisasi-informasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2009 11:49:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zainurie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Matematika]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zainurie.wordpress.com/?p=560</guid>
		<description><![CDATA[Arus informasi berubah, juga bentuknya. Demikian juga perilaku kita. Hal ini sudah acap dikatakan dalam percaturan pendapat tentang informasi dan teknologi dewasa ini. Yang belum banyak ditilik: apa saja yag berubah ketika meninggalkan -atau kita sudah dibawa untuk meningalkan- sebuah era besar yang dimulai sejak zaman Hammurabi.
Hammurabi adalah raja keenam Kerajaan Babilonia yang hidup antara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zainurie.wordpress.com&blog=750913&post=560&subd=zainurie&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-564" title="aaaazai1" src="http://zainurie.files.wordpress.com/2009/03/aaaazai1.jpg?w=300&#038;h=181" alt="aaaazai1" width="300" height="181" />Arus informasi berubah, juga bentuknya. Demikian juga perilaku kita. Hal ini sudah acap dikatakan dalam percaturan pendapat tentang informasi dan teknologi dewasa ini. Yang belum banyak ditilik: apa saja yag berubah ketika meninggalkan -atau kita sudah dibawa untuk meningalkan- sebuah era besar yang dimulai sejak zaman Hammurabi.</p>
<p style="text-align:justify;">Hammurabi adalah raja keenam Kerajaan Babilonia yang hidup antara 1795-1750 Sebelum Masehi. Sebagai raja, dia mengeluarkan sebuah undang-undang yang menguraikan jenis-jenis pelanggaran dan masing-masing hukumannya. Undang-undang itu disebut &#8220;Kodeks Hammurabi&#8221;, dianggap jadi dokumen tertulis paling tua yang menunjukkan hubungan antara teks dan kekuasaan.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-560"></span>Kodeks itu ditatah di atas batu setinggi enam kaki. Dengan memahatkannya sebagai teks tertulis, Hammurabi tampaknya hendak menegaskan bahwa hukum tersebut tak bisa diubah dan berada di atas kuasa raja mana pun yang berganti-ganti di bumi. Dikisahkan, Hammurabi mendapatkan hukum itu dari para dewa.</p>
<p style="text-align:justify;">Inskripsi seperti itu kemudian dilanjutkan sebagai tradisi dalam cerita 10 hukum Tuhan yang dibawa Nabi Musa, tokoh yang lahir sekitar empat abad setelah Hammurabi. Seperti kemudian dilukiskan, Musa turun dari pucuk Tursina dengan membawa &#8220;tablet&#8221; atau lembaran batu tempat terpahat sederet perintah Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">Bisa dikatakan, itu adalah tradisi Hammurabi. Penulisan kitab suci -Taurat, Injil, dan Alquran- sebenarnya merupakan kelanjutan gagasan Babilonia itu: apa yang semula lahir dalam bentuk lisan diubah jadi tertulis, karena dengan tertulis, ada jaminan keutuhan, atau kalaupun bukan, bahkan kekekalan, stabilitas atau konsistensi makna.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti halnya Alquran di masa pemerintahan Khalifah Uthman, pelbagai varian dari Alquran (yang merekam apa yang turun lewat bentuk lisan dari Nabi Muhammad), diseragamkan dalam kodifikasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada masa warisan Hammurabi itu, orang diasumsikan bisa dan harus menerima sebuah teks tertulis sebagai sesuatu yang memiliki otoritas penuh. Zaman modern melanjutkan asumsi tersebut dalam bentuk kitab undang-undang. Juga dalam persuratkabaran..</p>
<p style="text-align:justify;">Surat kabar memang berubah secara periodik dan bukan dianggap sebagai undang-undang. Tapi tak ayal, ia menyodorkan diri sebagai yang patut dipercayai dengan kesakralan tertentu (&#8220;Fakta itu suci&#8221;, demikian pemeo yang sering kita dengar), dan sang penerbit atau redaktur didudukkan sebagai penyangga wibawa kebenaran.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka, kita lihat para peneliti media massa, misalnya, mengadakan apa yang disebut &#8220;content-analysis&#8221;. Itu bertolak dari premis yang sebenarnya tidak meyakinkan: bahwa &#8220;isi&#8221; surat kabar yang &#8220;tertulis&#8221; itu adalah semata-mata hasil sang &#8220;sumber&#8221;, yakni surat kabar tersebut dan isi surat kabar tidak diasumsikan sebagai sesuatu yang juga terbentuk oleh kecenderungan yang &#8220;bukan-sumber&#8221;, terutama pembacanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan kata lain, seperti kodeks Hammurabi dan kitab-kitab suci, sebuah teks terbentuk dari satu jurusan, bukan sebagai proses interaktif antara &#8220;sumber&#8221; dan &#8220;penerima&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Baru setelah terjadi perubahan besar dalam teknologi informasi, asumsi di atas guyah-patah. Pertama, makin jelas bahwa sebuah teks bukan saja bisa hadir dengan sumber yang absen (yang sudah terdapat sebenarnya dalam kodeks Hammurabi dan kitab-kitab suci), tapi bahwa sebuah teks dapat memperoleh respons yang aktif dan dengan tafsir yang aktif itu, sebuah teks tidak dapat dikatakan bebas dari jamahan sang &#8220;penerima&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Itu sebenarnya berlaku bagi surat kabar. Sebuah koran bukanlah hanya hasil sang wartawan dan penerbit, melainkan juga hasil negosiasi mereka dengan pembaca. Terutama ketika koran harus hidup dari pembaca sebagai konsumen. Tapi, dalam teknologi informasi yang ada sekarang, yakni internet, bahkan sang wartawan atau penerbit tidak bisa mengarahkan sepenuhnya pembacanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Mark Poster, pemikir yang terkemuka dalam menafsirkan peran budaya dari teknologi informasi mutakhir, pernah mengemukakannya secara dramatis, &#8220;Internet memergoki kita sebagai objek yang tak seutuhnya sudah ditentukan (underdetermined); sifat objek yang plastis itu berarti ia dapat dikembangkan ke arah yang amat beragam- lebih banyak ketimbang objek lain.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Poster mencontohkan, &#8220;Dengan sebuah palu, saya dapat menanamkan paku atau memecahkan kepala orang atau melemparkannya ke dalam air hingga terjadi golak -banyak yang bisa aku lakukan dengan itu, tapi itu bukan apa-apa bila dibandingkan besarnya jumlah kemungkinan terbuka yang dibuat internet.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Apa yang hendak dicapai oleh Kodeks Hammurabi dan jenis teks yang berambisi sama -kesatuan yang diarahkan- sekarang buyar. Dengan teknologi komunikasi yang ada sekarang, orang harus siap menghadapi yang tak disangka-sangka.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian, wibawa yang dibawa oleh sebuah teks, juga teks suci, tiap kali terancam retak atau bahkan hancur. Dan sang sumber, sang subjek yang tak hadir, akan semakin bergantung pada respons yang terkadang sangat menyimpang dari pola biasa.</p>
<p style="text-align:justify;">Di satu pihak, kita akan melihat demokratisasi dalam lalu lintas informasi. Hal itu tak perlu dijelaskan lebih lanjut jika kita perhatikan banyaknya koran interaktif, blog, dan website dewasa ini. Di lain pihak, memang ada kekosongan besar dalam hal kebenaran. Kekosongan tersebut bukanlah berarti tak ada kebenaran, melainkan bahwa kebenaran adalah mirip ruang luas yang menarik, yang hendak diisi pelbagai versi, berganti-ganti, tak putus-putus.</p>
<p style="text-align:justify;">Pernah ada orang mengatakan, siapa yang mau hidup tenang jangan hidup pada abad ke-20. Kini, pada abad ke-21, ucapan itu makin benar adanya. Kita asyik, bingung, ramai, bebas, bersendiri, tapi juga berbagi dengan 1001 &#8220;yang lain&#8221;. Juga yang tak terduga-duga.<br />
<em>Ditulis oleh : Gunawan muhammad (GM), Wartawan senior tempo</em><em></em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zainurie.wordpress.com/560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zainurie.wordpress.com/560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zainurie.wordpress.com/560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zainurie.wordpress.com/560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zainurie.wordpress.com/560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zainurie.wordpress.com/560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zainurie.wordpress.com/560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zainurie.wordpress.com/560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zainurie.wordpress.com/560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zainurie.wordpress.com/560/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zainurie.wordpress.com&blog=750913&post=560&subd=zainurie&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zainurie.wordpress.com/2009/03/28/demokratisasi-informasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a3856da06af4c9d55c2ea868a86b893?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">zainurie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zainurie.files.wordpress.com/2009/03/aaaazai1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">aaaazai1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Korupsi Dan Budaya Negeri Ini</title>
		<link>http://zainurie.wordpress.com/2009/03/21/togog-menggugat-negeri-maling/</link>
		<comments>http://zainurie.wordpress.com/2009/03/21/togog-menggugat-negeri-maling/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Mar 2009 23:43:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zainurie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zainurie.wordpress.com/?p=551</guid>
		<description><![CDATA[“Berantas Korupsi..!!! Sikat Kolusi.. !! Babat Nepotis..! Gebug Koruptor..!!! Aaah Bosan.!!! Bousaaan..!! Ngomong Doang..! Mana Hasilnya.. ?! “ itulah kata-kata yang banyak keluar diberbagai kalangan di dunia pewayangan yang menunjukan rasa skeptis-nya masyarakat pewayangan terhadap usaha-usaha pemberantasan korupsi di Negeri Astina.
Keraguan seperti tersebut diatas jelas pantas dilontarkan oleh masyarakat pewayangan.. ya bagaimana tidak ragu..? sudah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zainurie.wordpress.com&blog=750913&post=551&subd=zainurie&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><em><span lang="SV"><img class="alignleft size-full wp-image-552" title="togog" src="http://zainurie.files.wordpress.com/2009/03/togog.jpeg?w=169&#038;h=275" alt="togog" width="169" height="275" />“Berantas Korupsi..!!! </span></em><em><span lang="FI">Sikat Kolusi.. !! Babat Nepotis..! Gebug Koruptor..!!! Aaah Bosan.!!! Bousaaan..!! Ngomong Doang..! Mana Hasilnya.. ?! “</span></em><span lang="FI"> itulah kata-kata yang banyak keluar diberbagai kalangan di dunia pewayangan yang menunjukan rasa <em>skeptis</em>-nya masyarakat pewayangan terhadap usaha-usaha pemberantasan korupsi di Negeri Astina.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="FI">Keraguan seperti tersebut diatas jelas pantas dilontarkan oleh masyarakat pewayangan.. ya bagaimana tidak ragu..? sudah banyak seminar-seminar maupun resep-resep yang dilontarkan beberapa Resi, Pendeta atau Ahli untuk memberantas korupsi.. </span><span lang="SV">dan.. dan.. dan mana hasilnya..???!</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Tetapi kita yang bukan wayang.. jangan ikut-ikutan <em>skeptis</em>.. simaklah pembicaraan <em>masyarakat pewayangan kalangan jongos</em> dibuku ini, yang sedikit banyak akan menambah semangat dan optimis kita.. Togog, mBilung, Cangik dan Limbuk adalah Tokoh rekaan para Wali, sebagai wujud usaha para Wali memberikan pencerahan kepada masyarakat saat itu.. Tokoh-Tokoh ini di pakai sebagai alat untuk menyampaikan keprihatinan akan adanya realitas lingkungan yang korup.. lingkungan yang tamak.. lingkungan yang serakah.. lingkungan yang rakus.. dan lingkungan yang tak mau berbagi.. </span><span lang="IT"><em></em></span></p>
<p><span lang="SV"><br />
</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zainurie.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zainurie.wordpress.com/551/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zainurie.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zainurie.wordpress.com/551/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zainurie.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zainurie.wordpress.com/551/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zainurie.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zainurie.wordpress.com/551/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zainurie.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zainurie.wordpress.com/551/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zainurie.wordpress.com&blog=750913&post=551&subd=zainurie&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zainurie.wordpress.com/2009/03/21/togog-menggugat-negeri-maling/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a3856da06af4c9d55c2ea868a86b893?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">zainurie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zainurie.files.wordpress.com/2009/03/togog.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">togog</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menguak Suksesnya Facebook</title>
		<link>http://zainurie.wordpress.com/2009/03/18/menguak-suksesnya-facebook/</link>
		<comments>http://zainurie.wordpress.com/2009/03/18/menguak-suksesnya-facebook/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2009 23:55:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zainurie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zainurie.wordpress.com/?p=542</guid>
		<description><![CDATA[
MENDENGAR kata Facebook hampir bisa dipastikan semua orang sudah mengenalnya. Facebook kini merupakan salah satu situs jejaring sosial paling fenomenal dan populer.

Dengan member sekitar 57 juta orang dan setiap hari ada sekitar 70 juta orang yang login, Facebook menjelma menjadi situs paling digemari nomor enam di dunia sejak diluncurkan pada 4 Februari 2004. Booming-nya Facebook [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zainurie.wordpress.com&blog=750913&post=542&subd=zainurie&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote>
<p style="text-align:justify;">MENDENGAR kata Facebook hampir bisa dipastikan semua orang sudah mengenalnya. Facebook kini merupakan salah satu situs jejaring sosial paling fenomenal dan populer.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Dengan member sekitar 57 juta orang dan setiap hari ada sekitar 70 juta orang yang login, Facebook menjelma menjadi situs paling digemari nomor enam di dunia sejak diluncurkan pada 4 Februari 2004. Booming-nya Facebook pun ikut mendongkrak popularitas pencipta sekaligus pemiliknya Mark Zuckerberg.<br />
<span id="more-542"></span><br />
Mahasiswa Harvard University yang baru berusia 24 tahun itu pun berstatus sebagai miliuner termuda di dunia dengan nilai kekayaan mencapai USD15 miliar.Padahal, ketika memulai proyek Facebook modal yang diinvestasikan hanya USD1.000. Perkembangan Facebook begitu pesat, setelah seminggu diluncurkan sudah berhasil menggandeng sekitar 4.000 member.</p>
<p style="text-align:justify;">Tepat pada 28 Mei 2004, jumlah anggota Facebook kian menggelembung menjadi 200.000 anggota. Pada Desember 2004 Facebook berhasil mencatatkan rekor baru dengan mempunyai 1 juta pengguna.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya,Zuckerberg yang awalnya membuat program Facebook dari asrama kampus bersama dua rekan satu kamar Eduardo Saverin dan Dustin Moskovits,memutuskan pindah ke Palo Alto,California, yang dikenal sebagai Silicon Valley. Di sini Facebook menyejajarkan diri dengan perusahaan papan atas, seperti Google, Oracle, dan Microsoft yang dimotori seniornya Bill Gates.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan menambah modal menjadi USD20.000, Zuckerberg mulai kebanjiran investasi dari berbagai pihak yang jumlahnya mencapai USD12,7 juta pada 2005. Sejak itu, dalam setahun Facebook meraih pendapatan sekitar USD150 juta per tahun.</p>
<p style="text-align:justify;">Dia pun akhirnya menggandeng Microsoft untuk berinvestasi senilai USD240 juta dan Facebook kini asetnya menjadi USD15 miliar. Kisah sukses Zuckerbeg bersama Facebook, dirangkum secara ringkas dalam buku Facebook yang ditulis Tony Hendroyono.</p>
<p style="text-align:justify;">Buku setebal 132 halaman yang dirilis Penerbit B First dan bisa diperoleh di Toko Buku Leksika ini, juga menceritakan sepak terjang dan ”keliaran” Zuckerbeg dalam mengelola bisnis untuk membesarkan Facebook. Termasuk persaingan bisnis Zuckerberg dengan sesama rekan satu kampusnya yang mengklaim sebagai orang pertama yang mencetuskan ide membuat Facebook.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti dengan trio Harvard Connection—Divya Narendra serta si kembar Tyler dan Cameron Winklevoss— sehingga harus diselesaikan di meja hijau. Buku ini tak sekadar mengupas sukses Zuckerberg saja, juga menjadi panduan praktis untuk menggunakan Facebook.</p>
<p style="text-align:justify;">Dijelaskan secara detail berbagai fasilitas dan cara mengelola Facebook untuk melebarkan jejaring sosial dengan banyak orang. Terpenting, dijelaskan pula bahwa Facebook bukan sekadar ajang bernarsis ria, sebaliknya menjadi sarana untuk mempromosikan potensi diri Anda.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Jadi sebaiknya, jangan sampai ketinggalan.Apalagi tidak tahu dengan perkembangan terkini dari Facebook. Karena banyak manfaat yang bisa diperoleh bila Anda bisa memanfaatkannya dengan optimal atau mengoptimasi situs sosial terbesar di dunia ini</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sumber : Koran Sindo</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zainurie.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zainurie.wordpress.com/542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zainurie.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zainurie.wordpress.com/542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zainurie.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zainurie.wordpress.com/542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zainurie.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zainurie.wordpress.com/542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zainurie.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zainurie.wordpress.com/542/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zainurie.wordpress.com&blog=750913&post=542&subd=zainurie&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zainurie.wordpress.com/2009/03/18/menguak-suksesnya-facebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a3856da06af4c9d55c2ea868a86b893?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">zainurie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Mendidik Yang Baik</title>
		<link>http://zainurie.wordpress.com/2009/03/18/cara-mendidik-yang-baik/</link>
		<comments>http://zainurie.wordpress.com/2009/03/18/cara-mendidik-yang-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2009 23:00:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zainurie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Matematika]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zainurie.wordpress.com/?p=524</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai makhluk paling sempurna di dunia, manusia mendapatkan tugas untuk beribadah dan mengatur alam raya. Agar manusia mampu menjalankan tugas tersebut dengan baik, Allah memberikan modal. Modal itu adalah fitrah. Dalam keadaan fitrah yang berarti bersih dan suci, manusia memiliki potensi kebaikan, cenderung menerima kebenaran, dan menyukai hal-hal yang sesuai aturan.    

Namun, modal fitrah itu tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zainurie.wordpress.com&blog=750913&post=524&subd=zainurie&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;"><img class="alignleft size-medium wp-image-549" title="20090319lclekit" src="http://zainurie.files.wordpress.com/2009/03/20090319lclekit.jpg?w=292&#038;h=175" alt="20090319lclekit" width="292" height="175" />Sebagai makhluk paling sempurna di dunia, manusia mendapatkan tugas untuk beribadah dan mengatur alam raya. Agar manusia mampu menjalankan tugas tersebut dengan baik, Allah memberikan modal. Modal itu adalah fitrah. Dalam keadaan fitrah yang berarti bersih dan suci, manusia memiliki potensi kebaikan, cenderung menerima kebenaran, dan menyukai hal-hal yang sesuai aturan. </span></span>   </p>
<blockquote>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;">Namun, modal fitrah itu tidak akan berarti tanpa dijaga dan dikembangkan. Di antara cara untuk menjaga fitrah adalah pendidikan. Dengan pendidikan, manusia diharapkan bisa menjaga dan mengembangkan fitrah serta tumbuh menjadi manusia berakhlak mulia, memimpin dengan bijaksana.</span>  </p>
</blockquote>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;">Pendidikan tidak lepas dari pembelajaran. Pendidik sebagai fasilitator membantu peserta didik mengembangkan potensi mereka menuju kebaikan. Karena itu, peran pendidik sangat penting dalam proses pendidikan. Pendidik harus menyadari itu dan menjalankan proses pendidikan dengan sepenuh hati dan hati-hati. Tidak ceroboh dan seenaknya sendiri.</span></span></p>
<p><span id="more-524"></span></p>
<p><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;">Namun, saat mengajar, kita sering hanya memenuhi kewajiban. Dampaknya, kita menyampaikan materi seenaknya. Kita melupakan posisi peserta didik sebagai makhluk yang punya fitrah kebaikan. Mengabaikan mereka sebagai manusia yang punya perasaan dan keinginan seperti manusia umumnya. Kita lupa bahwa mereka juga ingin dihargai dan dihormati.</span></span> </p>
<p style="line-height:150%;">Kadang, kita memberikan tugas tanpa menjelaskan alasan, kenapa siswa harus melaksanakan tugas tersebut. Sering juga kita tidak mau tahu kondisi peserta didik. Mereka mampu mengerjakan atau tidak, yang penting tugas harus diselesaikan dengan baik dan tepat waktu.</p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;">Tak jarang, kita juga menghukum peserta didik dengan sekehendak hati, tanpa melihat alasan yang melatari mereka melakukan kesalahan. Kita merasa harga diri terinjak jika kesalahan mereka tidak dihukum dengan setimpal.</span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;">Pendidik kadang juga menggunakan kata-kata yang tidak sepantasnya diucapkan di kelas. Misalnya, &#8220;Lambat banget </span><em><span style="font-family:Arial, sans-serif;">sih.</span></em> <span style="font-family:Arial, sans-serif;">Dari tadi dijelaskan </span><em><span style="font-family:Arial, sans-serif;">kok</span></em> <span style="font-family:Arial, sans-serif;">tidak paham-paham. Dasar anak tidak punya sopan santun. Dasar anak nakal.&#8221; Masih banyak lagi kalau mau diteruskan</span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:.05cm;line-height:150%;margin-right:.26cm;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;">Pendidik paham bahwa peserta didik memiliki potensi untuk baik. Dengan demikian, mereka tidak menganggap siswa seperti gelas kosong, lalu mengisinya terus dengan air sampai airnya tumpah karena kepenuhan. Begitu juga mengajar. Tak semestinya guru menganggap siswa sebagai sosok yang tidak tahu apa-apa, benda mati yang tidak punya kemauan dan perasaan.</span></span> </p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:.05cm;line-height:150%;margin-right:.26cm;text-align:justify;"> </p>
<blockquote>
<div style="margin-bottom:0;text-indent:.05cm;line-height:150%;margin-right:.26cm;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;">Pendidik yang mendidik dengan hati akan selalu hati-hati dalam mengajar, selalu mendoakan peserta didik, dan menganggap mereka sebagai buah hati yang harus selalu dilindungi, dijaga perasaannya, dan dihormati keinginannya. Dengan demikian, akan timbul perasaan saling menghormati dan menyanyangi antara pendidik dan peserta didik.</span></span> </div>
</blockquote>
<p> </p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:.05cm;line-height:150%;margin-right:.26cm;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;">Kita harus yakin, jika kita menghormati, menyayangi, dan menghargai siswa, mereka pasti memperlakukan kita dengan sikap sama. Patuh bukan karena takut, tetapi karena sayang. Dengan saling menyayangi, proses pembelajaran akan menyenangkan dan mampu mencapai tujuan yang diharapkan</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"> </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zainurie.wordpress.com/524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zainurie.wordpress.com/524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zainurie.wordpress.com/524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zainurie.wordpress.com/524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zainurie.wordpress.com/524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zainurie.wordpress.com/524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zainurie.wordpress.com/524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zainurie.wordpress.com/524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zainurie.wordpress.com/524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zainurie.wordpress.com/524/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zainurie.wordpress.com&blog=750913&post=524&subd=zainurie&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zainurie.wordpress.com/2009/03/18/cara-mendidik-yang-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a3856da06af4c9d55c2ea868a86b893?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">zainurie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zainurie.files.wordpress.com/2009/03/20090319lclekit.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">20090319lclekit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Khilafah, Negara, dan Syari&#8217;at Islam Antara Solusi Dan Dilema</title>
		<link>http://zainurie.wordpress.com/2009/03/05/khilafah-negara-dan-syariat-islam-antara-solusi-dan-dilema/</link>
		<comments>http://zainurie.wordpress.com/2009/03/05/khilafah-negara-dan-syariat-islam-antara-solusi-dan-dilema/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2009 08:16:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zainurie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zainurie.wordpress.com/?p=501</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini beberapa pertanyaan terkait dengan konsep khilafah:
Pertama, amat tidak mudah mencari rumusan khilafah yang disepakati oleh seluruh umat Islam yang menyebar di sejumlah kawasan dunia. Konsep khilafah yang diusung oleh “teman-teman pengusung konsep khilafah” adalah hanya salah satu rumusan dari Taqiyuddin al-Nabhani, yang belum tentu diamini oleh para ulama yang lain. Dalam konteks Indonesia, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zainurie.wordpress.com&blog=750913&post=501&subd=zainurie&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="line-height:150%;" align="justify"><em><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-style:normal;"><strong><img class="alignleft size-full wp-image-515" title="no-img-thumb" src="http://zainurie.files.wordpress.com/2009/03/no-img-thumb.jpg?w=83&#038;h=57" alt="no-img-thumb" width="83" height="57" />Berikut ini beberapa pertanyaan terkait dengan konsep khilafah:</strong></span></span></em></p>
<p style="line-height:150%;" align="justify"><em><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Pertama</span></em><span style="font-family:Arial,sans-serif;">, amat tidak mudah mencari rumusan khilafah yang disepakati oleh seluruh umat Islam yang menyebar di sejumlah kawasan dunia. Konsep khilafah yang diusung oleh “teman-teman pengusung konsep khilafah” adalah hanya salah satu rumusan dari Taqiyuddin al-Nabhani, yang belum tentu diamini oleh para ulama yang lain. Dalam konteks Indonesia, agak sulit dibayangkan bagaimana umat Islam bisa satu kata untuk menerima satu konsep mengenai khilafah. Eksperimentasi khilafah model siapa? Abu bakar, Umar, Utsman, Ali, atau yang lainnya? <span id="more-501"></span></span></p>
<p style="line-height:150%;" align="justify">
<p style="line-height:150%;" align="justify"><em><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Kedua</span></em><span style="font-family:Arial,sans-serif;">, jika khilafah merupakan lanskap atau wadah untuk memformalisasikan syariat Islam, maka pertanyaan sederhananya adalah syariat Islam yang mana? Syariat dalam tafsir siapa? Sebagaimana dikatakan Ibn ‘Aqil, bukankah syariat itu amat beragam, sekalipun agama tetap satu? </span><em><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Al-din wahid wa al-syari’atu mukhtalifah</span></em><span style="font-family:Arial,sans-serif;">. Memformalisasikan satu bentuk syariat tentu akan menghancurkan syariat Islam yang lain. Alasan ini kiranya yang menyadarkan seorang tokoh sekelas Imam Malik ketika menolak tawaran khalifah saat itu untuk menjadikan </span><em><span style="font-family:Arial,sans-serif;">al-Muwaththa`</span></em><span style="font-family:Arial,sans-serif;">, salah satu karyanya, menjadi konstitusi negara (daulah). </span></p>
<p style="line-height:150%;" align="justify"><em><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Ketiga</span></em><span style="font-family:Arial,sans-serif;">, khilafah tidak memiliki kisah sukses yang memadai. Sejarah telah banyak menunjukkan perihal kegagalan demi kegagalan penyelenggaraan khilafah. Betapa dari empat </span><em><span style="font-family:Arial,sans-serif;">khulafa` rasyidun</span></em><span style="font-family:Arial,sans-serif;">, tiga di antaranya (Umar ibn Khattab, Utsman ibn Affan, Ali ibn Abi Thalib) mati terbunuh justru ketika konsep khilafah itu diterapkan. Peperangan onta (</span><em><span style="font-family:Arial,sans-serif;">waq’ah al-jamal</span></em><span style="font-family:Arial,sans-serif;">) yang melibatkan Ali ibn Abi Thalib (menantu sekaligus sepupu Nabi) dan Siti Aisyah (istri Muhammad SAW) telah menelan korban nyawa yang tidak sedikit. Inkuisisi (</span><em><span style="font-family:Arial,sans-serif;">mihnah</span></em><span style="font-family:Arial,sans-serif;">) dengan menghukum para intelektual muslim brilian juga terjadi dalam dunia khilafah. Ini adalah bukti kuat bahwa khilafah bukanlah konsep yang ideal. Ia telah gagal justru pada saat uji cobanya yang pertama.jadi solusi seperti apa yang ditawarkan,kalau di awal-awal saja sudah mengalami kegagalan?</span></p>
<p style="line-height:150%;" align="justify">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zainurie.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zainurie.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zainurie.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zainurie.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zainurie.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zainurie.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zainurie.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zainurie.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zainurie.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zainurie.wordpress.com/501/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zainurie.wordpress.com&blog=750913&post=501&subd=zainurie&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zainurie.wordpress.com/2009/03/05/khilafah-negara-dan-syariat-islam-antara-solusi-dan-dilema/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a3856da06af4c9d55c2ea868a86b893?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">zainurie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zainurie.files.wordpress.com/2009/03/no-img-thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">no-img-thumb</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mendidik &#8211; lah- Dengan Hati</title>
		<link>http://zainurie.wordpress.com/2009/03/05/mendidik-lah-dengan-hati/</link>
		<comments>http://zainurie.wordpress.com/2009/03/05/mendidik-lah-dengan-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2009 07:20:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zainurie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Matematika]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Matematika]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zainurie.wordpress.com/?p=481</guid>
		<description><![CDATA[Mendidik dengan hati akan membuahkan anak-anak yang hidup dalam kebenaran. Dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik.&#8221; 
MENDIDIK adalah sebuah proses. Proses untuk mengembangkan dan mengaktualisasikan potensi yang terbaik dalam diri anak didik. Berbicara tentang hati, ada beberapa hal yang penting kita perhatikan, yaitu hati sebagai 
1) metafor yang menggambarkan aspek batiniah manusia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zainurie.wordpress.com&blog=750913&post=481&subd=zainurie&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><em>Mendidik dengan hati akan membuahkan anak-anak yang hidup dalam kebenaran. Dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik.&#8221; </em></span></span></p></blockquote>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">MENDIDIK adalah sebuah proses. Proses untuk mengembangkan dan mengaktualisasikan potensi yang terbaik dalam diri anak didik. Berbicara tentang hati, ada beberapa hal yang penting kita perhatikan, yaitu hati sebagai </span></span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;padding-left:30px;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">1) metafor yang menggambarkan aspek batiniah manusia yang terdalam </span></span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;padding-left:30px;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">2) pusat kehidupan manusia, meliputi bukan saja perasaan melainkan juga pertimbangan dan kehendak </span></span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;padding-left:30px;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">3) daya yang mendorong orang melakukan sesuatu yang terbaik dan </span></span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;padding-left:30px;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">4) sumber untuk memaknai realita dalam kehidupan.</span></span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;"> </p>
<p><span id="more-481"></span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Mendidik dengan hati nurani tujuannya hanya satu, yakni terjadinya kesinambungan antara otak dan hati. Kesinambungan otak dan hati ini adalah manifestasi spiritualitas, yang utuh menjadi kunci mendidik dengan hati nurani.</span></span></p>
<p style="line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Spiritualitas berkaitan denga: </span></span></p>
<p style="line-height:150%;padding-left:30px;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">1) soal pemaknaan hidup, </span></span></p>
<p style="line-height:150%;padding-left:30px;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">2) apa yang membuat kita memberi makna begini dan bukan begitu terhadap apa pun juga, </span></span></p>
<p style="line-height:150%;padding-left:30px;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">3) pengalaman batin yang sangat subjektif dan dieksternalisasikan ketika kita merespons orang dan peristiwa.</span></span></p>
<p style="line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Spiritualitas merupakan kualitas yang menyentuh seluruh kehidupan dan sumber dalam kehidupan (Bagaimana orang bertindak/bernalar, sangat didorong oleh warna spiritualitasnya). Spiritualitas adalah urusan bagaimana kita mengalami kehidupan. Spritualitas mensyaratkan keterbukaan akan pengalaman kehadiran Tuhan dan komitmen untuk mempraktikkannya dalam keseharian hidup.</span></span></p>
<p style="line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Spiritualitas bersumber dari iman dan takwa (imtak) kepada Tuhan. Hal ini harus mewujud dalam spiritualitas yang mewarnai bahkan menjadi sumber dari seluruh gerak kehidupan kita.</span></span></p>
<p style="line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Janganlah kita menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budi sehingga kita dapat membedakan manakah yang baik dan yang berkenaan kepada Tuhan dan yang sempurna. Jadi semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebaikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu, terlebih lakukanlah itu. Membangkitkan nilai-nilai spiritualitas merupakan salah satu agenda pendidikan hati, tepatnya mendidik dengan hati nurani. </span></span></p>
<p style="line-height:150%;" align="justify"><strong><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Pembelajaran hati </span></span></strong></p>
<p style="line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Bagaimana kegiatan dan hasil pembelajaran di sekolah akan jauh berbeda antara pendidikan kognitif dan pendidikan hati. Ini tidak berarti bahwa pendidikan formal tidak bisa menjadi pendidikan hati. Sebab hati manusia dibawa ke mana pun ia pergi dan beraktivitas. Bukan rahasia lagi, bahwa siswa yang membenci guru matematika akan membenci matematika itu sendiri. Siswa yang membenci guru kimia akan membenci pelajaran kimia.</span></span></p>
<p style="line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Kekuatan pancaran dan dampak hati dari siswa kepada guru ikut menentukan, bahkan sampai seumur hidup. Jika demikian, alangkah pentingnya makna pembelajaran dari guru, bukan melulu memancarkan ilmu dan fakta (transfer ilmu semata) melainkan hati sanubari insani yang merupakan kekayaan batinnya. Bukan rahasia lagi bahwa bahasa hati/bahasa kalbu melebihi bahasa tubuh. Bukan kepandaian guru semata dalam mengajar melainkan harus ada unsur &#8220;welas asih&#8221;. </span></span></p>
<p style="line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Berikanlah suatu keyakinan kepada para siswa, bahwa mereka mampu berprestasi, mereka bisa berkreasi, mereka dapat melakukan yang terbaik. Berikan kepada mereka suatu kebebasan berekspresi dan berkiprah dalam berbagai bidang yang mereka kuasai. Yakinlah bahwa dengan memberikan kasih sayang kepada mereka sebagaimana kita menyayanyi anak kita sendiri dan dengan pembimbingan yang tulus serta curahan perhatian dari kita selaku pendidik, mereka akan mampu berbuat sesuatu secara positif dan bermanfaat. </span></span></p>
<p style="line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Benarlah apa yang dikatakan Howard Gardner, pakar <em>Multiple Intellegence,</em> yang berpendapat bahwa semua siswa itu pandai. Bila guru tidak dapat menemukannya dalam diri siswa, berarti guru tidak bisa menggali potensi siswa.</span></span></p>
<p style="line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Mendidik dengan hati nurani, kenapa ngak? </span></span></p>
<p style="line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Selamat mendidik dengan hati nurani kepada bapak dan ibu guru sekalian! Pendidikan hati memang berbeda dan bedanya sangat menentukan corak masa depan siswa.*** </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zainurie.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zainurie.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zainurie.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zainurie.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zainurie.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zainurie.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zainurie.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zainurie.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zainurie.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zainurie.wordpress.com/481/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zainurie.wordpress.com&blog=750913&post=481&subd=zainurie&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zainurie.wordpress.com/2009/03/05/mendidik-lah-dengan-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a3856da06af4c9d55c2ea868a86b893?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">zainurie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Pendidikan&#8221; Politik Yang Salah</title>
		<link>http://zainurie.wordpress.com/2009/02/27/pendidikan-politik-yang-salah/</link>
		<comments>http://zainurie.wordpress.com/2009/02/27/pendidikan-politik-yang-salah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Feb 2009 08:43:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zainurie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Matematika]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Link Sains]]></category>
		<category><![CDATA[Matematika]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pogestemon cablin Benth]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zainurie.wordpress.com/?p=471</guid>
		<description><![CDATA[
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zainurie.wordpress.com&blog=750913&post=471&subd=zainurie&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignnone size-full wp-image-477" title="mailgooglecom1" src="http://zainurie.files.wordpress.com/2009/02/mailgooglecom1.jpeg?w=387&#038;h=238" alt="mailgooglecom1" width="387" height="238" /></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zainurie.wordpress.com/471/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zainurie.wordpress.com/471/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zainurie.wordpress.com/471/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zainurie.wordpress.com/471/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zainurie.wordpress.com/471/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zainurie.wordpress.com/471/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zainurie.wordpress.com/471/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zainurie.wordpress.com/471/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zainurie.wordpress.com/471/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zainurie.wordpress.com/471/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zainurie.wordpress.com&blog=750913&post=471&subd=zainurie&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zainurie.wordpress.com/2009/02/27/pendidikan-politik-yang-salah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a3856da06af4c9d55c2ea868a86b893?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">zainurie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zainurie.files.wordpress.com/2009/02/mailgooglecom1.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">mailgooglecom1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kunci Meraih Kesuksesan</title>
		<link>http://zainurie.wordpress.com/2009/02/26/kunci-meraih-kesuksesan/</link>
		<comments>http://zainurie.wordpress.com/2009/02/26/kunci-meraih-kesuksesan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Feb 2009 01:16:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>zainurie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Prosa Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zainurie.wordpress.com/?p=459</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orang harus menyadari bahwa dirinya dilahirkan sebagai pemenang (baca: menjadi orang sukses), dan itulah ”kodratnya”. Kunci untuk menjadi pemenang ada di tangan setiap orang.Karena itu, orang harus meyakini ”kodratnya” ini,menetapkan cita-citanya setinggi mungkin, dan memutuskan dengan berani untuk mewujudkan citacita tersebut. Tentu orang tidak mendadak menjadi sukses,karena ada seribu satu hambatan. Salah satunya adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zainurie.wordpress.com&blog=750913&post=459&subd=zainurie&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Setiap orang harus menyadari bahwa dirinya dilahirkan sebagai pemenang (baca: menjadi orang sukses), dan itulah ”kodratnya”. Kunci untuk menjadi pemenang ada di tangan setiap orang.Karena itu, orang harus meyakini ”kodratnya” ini,menetapkan cita-citanya setinggi mungkin, dan memutuskan dengan berani untuk mewujudkan citacita tersebut. Tentu orang tidak mendadak menjadi sukses,karena ada seribu satu hambatan. Salah satunya adalah hantu kegagalan masa lalu.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Masa lalu dengan berbagai kegagalan dan pengalaman pahit tidak cukup diterima atau dimaafkan, yang dibutuhkan adalah usaha manusia keluar dari pikirannya sendiri mengenai kegagalan. Masalah terbesar sebenarnya ada di pikiran, karena itu penting sekali mentransformasi pikiran dari keadaan sedih, kacau, putus asa (kegagalan) pada optimisme dan penuh harapan, bahwa dirinya ”ditakdirkan” untuk sukses.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-459"></span><br />
Sekali lagi, transformasi ini tidak terjadi secara mendadak, tetapi melalui berbagai proses dan tahapan. Yang penting dari semua tahapan transformasi diri itu,adalah kesadaran bahwa alasan untuk perubahan diri lahir sebagai kekuatan mahadahsyat dari dalam diri setiap orang Memotivasi pikiran untuk meraih keberhasilan tidak akan bermakna apa-apa kalau seseorang tidak memiliki komitmen untuk menghidupi kekinian,memutuskan untuk memulai perubahan saat ini juga.</p>
<p>Hidup manusia memang tidak gampang sebagaimana diteorikan.</p>
<blockquote>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;text-align:justify;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Pertama bagi yang pernah gagal, pengalaman pahit sering menjadi momok yang menakutkan, bahkan menarik seseorang ke belakang. Bagi yang belum pernah gagal, ketidakpercayaan pada potensi diri pun sering menjadi hambatan. Dan menyelesaikan dan mengampuni masa lalu dan memotivasi pikiran untuk maju harus diikuti; pertama, tekad untuk menjaga api semangat tetap menyala di dalam hati, dan itu bisa dilakukan dengan berbagai cara.</span></p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Kedua, pentingnya memiliki misi hidup.Memang seseorang penting memotivasi pikirannya untuk terus maju dan meraih kesuksesan.Orang juga harus berani menghidupi kesehariannya. Tetapi tidak kalah penting, adalah perlunya menetapkan misi hidup. Supaya mencapai kesuksesan dalam hidup,orang harus tahu tujuan hidupnya, apa yang ingin dicapai dalam hidup,apa tujuan tertinggi hidupnya. Misi hidup inilah yang menjadi semacam kobaran api yang menyala-nyala dalam diri, yang mendorong dan memotivasi setiap orang untuk merealisasikannya.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Jadi sekarang apakah kita siap dan berani mengubah hidup demi meraih kesuksesan?(*)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zainurie.wordpress.com/459/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zainurie.wordpress.com/459/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zainurie.wordpress.com/459/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zainurie.wordpress.com/459/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zainurie.wordpress.com/459/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zainurie.wordpress.com/459/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zainurie.wordpress.com/459/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zainurie.wordpress.com/459/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zainurie.wordpress.com/459/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zainurie.wordpress.com/459/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zainurie.wordpress.com&blog=750913&post=459&subd=zainurie&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zainurie.wordpress.com/2009/02/26/kunci-meraih-kesuksesan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a3856da06af4c9d55c2ea868a86b893?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">zainurie</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>